Dugaan BBM Oplosan di Pertashop Sumber Rejo, Warga Dirugikan: “Mobil Konsumen Rusak Setelah Isi Bahan Bakar

Tulang Bawang Barat – Keluhan warga kembali mencuat terkait kualitas bahan bakar di salah satu Pertashop di Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba). Sulis, warga Sumber Rejo, mengaku mobilnya mendadak kehilangan tenaga usai mengisi bahan bakar di Pertashop milik Sigit yang berlokasi di wilayah tersebut.

 

Kendaraan Rusak Usai Isi BBM

 

Sulis menuturkan, sebelumnya kendaraan miliknya dalam kondisi baik. Namun, setelah mengisi bahan bakar di Pertashop itu, mesin mobil langsung bermasalah.

 

> “Mobil saya jadi tidak bertenaga. Saya sangat dirugikan, karena kalau kerusakan mesin serius, biaya perbaikan bisa mahal. Saya menduga minyak yang dijual bukan standar Pertamina, bahkan seperti bercampur minyak mentah,” kata Sulis dengan nada kesal.

 

 

 

Bukan Keluhan Pertama

 

Hasil penelusuran di lapangan, dugaan bahwa Pertashop tersebut menjual BBM oplosan bukan hanya dirasakan Sulis. Sejumlah warga lain mengaku pernah mengalami gejala serupa: mesin kendaraan tersendat, boros, hingga macet setelah mengisi bahan bakar di lokasi itu.

 

Seorang warga yang enggan disebut namanya mengaku sejak lama curiga dengan kualitas bahan bakar yang dijual.

 

> “Warna minyaknya beda, kadang keruh, dan baunya juga tidak seperti Pertamax biasanya. Kami khawatir ini dicampur,” ujarnya.

 

Potensi Pelanggaran Serius

 

Jika dugaan penggunaan minyak oplosan atau minyak mentah terbukti, maka hal ini jelas melanggar aturan. Pertashop merupakan mitra resmi Pertamina dengan kewajiban menjual bahan bakar sesuai standar kualitas dan spesifikasi.

 

Menurut Peraturan Menteri ESDM Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pengawasan Kegiatan Usaha Hilir Migas, penjualan BBM yang tidak sesuai standar mutu dapat dikenai sanksi administratif hingga pidana.

 

Pengawasan Lemah, Konsumen Jadi Korban

 

Fenomena ini menunjukkan lemahnya pengawasan di tingkat lapangan. Pertashop yang seharusnya menjadi solusi distribusi energi hingga pelosok desa justru berpotensi merugikan masyarakat jika tidak diawasi ketat.

 

Aktivis LSM Badar Tubaba Erwin, menilai kasus ini harus segera ditangani serius.

 

> “Kalau benar ada oplosan, itu jelas kejahatan konsumen. Pertamina harus segera turun tangan, melakukan uji laboratorium terhadap sampel BBM, dan menindak tegas pemilik Pertashop,” tegas salah seorang aktivis.

 

 

 

Desakan Warga: Pertamina dan Aparat Bertindak

 

Masyarakat berharap Pertamina dan aparat penegak hukum segera melakukan investigasi menyeluruh, mulai dari uji kualitas BBM hingga audit distribusi.

 

> “Kami hanya ingin keadilan. Jangan sampai masyarakat kecil terus dirugikan karena praktik nakal seperti ini,” pungkas Sulis.

 

 

 

Kasus ini menambah daftar panjang keluhan terkait mutu bahan bakar di tingkat daerah. Jika dibiarkan, bukan hanya merugikan konsumen, tetapi juga dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap program Pertashop yang sejatinya digagas untuk pemerataan energi di pelosok negeri.

 

Rilis(Biro infojejama.com Tubaba)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!