Polri dan Tokoh Masyarakat Lampung Perkuat Sinergi dalam Pencegahan Konflik Sosial

Infojejama.com // Bandar Lampung, 11 Februari 2026 – Kepolisian Daerah Lampung bersama para tokoh masyarakat sepakat memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Provinsi Lampung. Kesepakatan ini lahir dalam Forum Group Discussion (FGD) bertema “Peran Tokoh Masyarakat dan Polri dalam Penyelesaian Konflik Sosial untuk Menciptakan Kamtibmas yang Kondusif”, yang digelar di Hotel Golden Tulip, Bandar Lampung, Rabu (11/2).

Ketua Pokdar Kamtibmas Provinsi Lampung, Firman Rusli, menegaskan bahwa komunikasi yang baik antarwarga menjadi kunci utama pencegahan konflik.

 

 

“Kami selalu mengedepankan musyawarah dan mufakat. Dengan dukungan Polri, penyelesaian konflik bisa berjalan lebih cepat dan tidak meninggalkan luka sosial,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, pendekatan restorative justice telah terbukti efektif dalam menyelesaikan berbagai persoalan, mulai dari sengketa lahan hingga perselisihan antarwarga.

Sementara itu, perwakilan Polda Lampung, AKBP Jumadi, menekankan bahwa Polri tidak semata-mata hadir sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menjaga harmoni sosial.

 

“Pendekatan humanis dan restoratif menjadi prioritas kami. Kehadiran tokoh masyarakat sangat membantu dalam meredam potensi konflik sebelum meluas,” jelasnya.

 

Seorang tokoh agama yang turut hadir menambahkan bahwa penyelesaian konflik tidak cukup hanya melalui pendekatan legal-formal. Menurutnya, nilai-nilai kearifan lokal, peran aktif tokoh adat dan agama, serta sinergi dengan aparat keamanan menjadi formula yang tak terpisahkan dalam menjaga ketenteraman publik.

Sepanjang diskusi, berbagai contoh kasus di Lampung diangkat sebagai pembelajaran bersama. Mulai dari konflik lahan, kesalahpahaman antarkelompok, hingga gesekan sosial di tingkat desa—semuanya menunjukkan bahwa keterlibatan multipihak mampu meredam eskalasi secara signifikan.

 

Di penghujung acara, seluruh peserta menyatakan komitmen bersama untuk memperkuat komunikasi, menolak provokasi, dan menjadikan mediasi sebagai jalur utama dalam setiap penyelesaian konflik.

 

“Kami ingin Lampung menjadi contoh nyata bahwa kedamaian bisa dibangun dari kebersamaan,” tutup Firman.

 

Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi bagi penguatan sinergi jangka panjang antara Polri dan elemen masyarakat dalam mewujudkan Provinsi Lampung yang aman, damai, dan sejahtera.

 

By. Redaksi/Rudi Sapari A.s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!