Infojejama.com // Pesawaran – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan di Kecamatan Way Khilau menuai sorotan dari wali murid. Salah satu wali murid SD Negeri 6 Way Khilau, Rudi Jober, mengaku sangat menyayangkan adanya dugaan pemberian makanan yang sudah basi kepada anak-anak sekolah pada Jumat, 5 Februari 2026.
Rudi Jober menyampaikan kekecewaannya atas kejadian tersebut karena dinilai dapat membahayakan kesehatan peserta didik, khususnya anak-anak usia dini.
Menurutnya, sejak awal pelaksanaan program MBG di sekolah anaknya, kualitas menu makanan sudah dinilai kurang baik.
“Dari awal pembagian Makan Bergizi Gratis di sekolah anak saya memang sudah tidak bagus. Tidak ada perbedaan menu maupun cara pengolahan makanan antara PAUD, TK, SD, SMP, bahkan SMA. Padahal seharusnya menu untuk anak usia dini tidak disamakan dengan anak SMP atau SMA,” ujar Rudi kepada awak media.
Ia menambahkan, anak usia balita dan usia dini memiliki sistem pencernaan yang masih rentan. Namun dalam praktiknya, menu yang disajikan justru tidak ramah bagi anak-anak, seperti sambal telur atau tahu yang pedas, serta pemberian lalapan mentah berupa daun kol dan mentimun.
“Anak-anak usia dini seharusnya tidak diberikan makanan pedas atau lalapan mentah. Akibatnya, makanan tersebut banyak yang tidak dimakan oleh anak-anak. Apalagi kalau sampai basi seperti ini, tentu sangat berbahaya bagi kesehatan mereka,” tegasnya.
Rudi berharap agar pihak penyelenggara program MBG di Kecamatan Way Khilau dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari segi kualitas makanan, kebersihan, maupun kesesuaian menu dengan usia peserta didik.
“Kami sebagai wali murid berharap ke depan program ini bisa diperbaiki dan disesuaikan dengan aturan serta anggaran yang ada, agar tujuan Makan Bergizi Gratis benar-benar tercapai dan tidak justru membahayakan anak-anak kami,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak penyelenggara program MBG maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut.media ini memberikan ruang kepada pihak terkait untuk memberikan klarifikasi untuk ke berimbangan pemberitaan.
By. Redakai










