PENDIDIKAN PRO MASYARAKAT

Jakarta – Dalam ilmu sosiologi, pendidikan dinyatakan sebagai cara yang paling inklusif untuk membuka pintu kenaikan status kehidupan. Di tengah gempuran hiruk-pikuk aneka permasalahan sosial terkini, pendidikan adalah secercah harapan yang dapat memajukan dan membuat keadaan mendatang lebih baik.

 

Hari demi hari kita lalui dengan derasnya berbagai pemberitaan permasalahan bangsa terkini. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) per November 2025 adalah sejumlah 7,35 juta jiwa.

 

Banyaknya PHK yang terjadi sepanjang 2025 juga tak luput dilaporkan oleh BPS, yaitu mencapai hingga sebanyak 88.519 korban. Pengangguran dan korban PHK didominasi lelaki.

 

Kedua variabel tersebut (pengangguran dan PHK) berkorelasi positif terhadap meningkatnya angka perceraian secara signifikan. Data kumulatif BPS menyajikan 399.921 perkara perceraian tercatat secara nasional.

 

Bagaimana agar pendidikan dapat berperan menjadi solusi berbagai permasalahan bangsa terkini? Menilik pada apa yang telah dilakukan, masyarakat Indonesia (terlebih warga ibu kota) tentunya pernah mendengar perihal konsep sekolah rakyat hingga sekolah garuda (atau yang lebih dulu berjalan sebagai sekolah unggulan MH Thamrin).

 

Tidak hanya ditataran konsep bentuk sekolah, kurikulum pun kerapkali “disesuaikan” (kurikulum merdeka, K-13, KTSP, KBK, CBSA, Pancawardhana, dll). Beberapa upaya yang telah dilakukan tersebut, tentunya masih memuat banyak ruang untuk penyempurnaan lebih lanjut. Concern utama yang seyogianya menjadi kepedulian adalah tentang efektivitas dan efisiennya jalur pendidikan.

 

Pendidikan adalah cara untuk membuat kita jadi lebih kompetitif dalam menjalani kehidupan. Harapannya sudah pasti yaitu pada meningkatnya taraf hidup. Momok pendidikan yang kini tersedia adalah durasi yang sangat panjang, biaya tinggi, dan keraguan akan kemampuan untuk memberikan kesempatan hidup layak. Ketika melihat lowongan kerja, suara para punggawa HR/ SDM mengisyaratkan ketidak-mampuan kurikulum yang diajarkan saat ini untuk sesuai dengan kebutuhan industri. Setelah mengetahui momok dan suara tersebut, berarti kebutuhan utamanya adalah dengan menghadirkan program pendidikan profesional. Secara simple dapat dijelaskan, bahwa yang dibutuhkan adalah pendidikan yang sepenuhnya sinkron antara apa yang diajarkan dengan apa yang akan nantinya dikerjakan.

 

Perlu menjadi pemahaman bersama, bahwa tidak setiap orang akan menjadi akademisi. Program pendidikan profesional adalah menyederhanakan pemberian pendidikan kepada hal yang langsung berkaitan dengan keseharian pekerjaan. Sebenarnya bukan merupakan sesuatu yang baru, namun salah kaprahnya hanya tersedia di perusahaan sangat besar saja dalam bentuk HR training (pada pegawai yang sudah diterima). Alangkah lebih baiknya bila sebanyak mungkin pemuda-pemudi Indonesia memperoleh hal yang kini langka tersebut. Tujuannya adalah agar SDM Indonesia menjadi unggul dalam persaingan siap kerja. Tentunya bagi industri selain mampu mereduksi pengeluaran, juga meningkatkan kepastian memperoleh talenta terbaik tepat guna yang semakin melambungkan kinerja korporasi. Kinerja terbaik mendatangkan optimalisasi keuntungan, pertumbuhan, dan perkembangan perusahaan.

 

Kehadiran program pendidikan profesional, membuat talenta yang ingin bekerja sebagai personal trainer pada industri kebugaran tidak perlu salah jurusan dulu di S1 yang kini tersedia. Permisalan yang sama juga berlaku di posisi pekerjaan lainnya, seperti : chef, barista, housekeeper, dkv, dll. Program pendidikan profesional merupakan solusi terbaik yang lebih hemat secara waktu, biaya, dan tenaga. Penguasaan skill serta pengalaman yang sesuai, memastikan optimalisasi kinerja. Kinerja terbaik mendatangkan insentif terbaik dan memungkinkan lompatan karier. Solusi yang mampu menjawab permasalahan sulitnya mendapatkan pekerjaan dan kesejahteraan.

 

Oleh : “Raden Pram”

Amodra Adi Pramandana

(Sosiolog Pro Masyarakat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!