infojejama.Com //TUBABA – Suasana menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H yang seharusnya penuh suka cita, justru dirundung awan mendung bagi para aparatur Tiyuh (Desa) di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Hingga memasuki H-5 lebaran, Penghasilan Tetap (Siltap) untuk bulan Januari, Februari, dan Maret 2026 belum juga menunjukkan tanda-tanda akan dibayarkan.
Kondisi ini memicu keresahan mendalam di kalangan pelayan masyarakat tingkat bawah. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah narasumber aparatur Tiyuh, mereka merasa hak-haknya terabaikan padahal kewajiban sebagai pelayan publik telah dijalankan sepenuhnya.
“Kami sudah bekerja maksimal melayani masyarakat, namun hingga mendekati lebaran hak kami belum juga diberikan. Kami sangat berharap Siltap ini cair untuk mencukupi kebutuhan keluarga menyambut hari raya,” ujar salah satu perangkat Tiyuh yang enggan disebutkan namanya.
Para aparatur Tiyuh kini menyuarakan satu suara dan mendesak Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat melalui dinas terkait untuk segera mencairkan dana tersebut. Bagi mereka, Siltap adalah satu-satunya tumpuan untuk menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri.
Ketidakpastian ini dikhawatirkan dapat memengaruhi psikologis dan performa kerja aparatur di tingkat desa jika tidak segera dicarikan solusi sebelum libur panjang lebaran dimulai.
Hingga berita ini diturunkan, para aparatur masih menanti titik terang terkait kejelasan pembayaran hak mereka.




