Oknum Pegawai Kejari Kota Metro Diduga Lakukan Pemalsuan Dokumen Negara, Trinusa Rencakan Gelar Aksi Demo Setelah Idul Fitri 

Kota Metro Lampung, 17 Maret 2026 – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) TRINUSA Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Metro memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Metro usai Hari Raya Idul Fitri. Rencana demo ini dipicu oleh dugaan kelalaian pimpinan Kejari Metro dalam mengawasi oknum pegawainya yang diduga melakukan pemalsuan dokumen negara.

Ketua LSM TRINUSA DPC Kota Metro, Usman, dalam keterangannya, Selasa (17/3/2026), menegaskan bahwa pihaknya sudah beberapa kali mempertanyakan kasus tersebut kepada Kejari Metro melalui surat klarifikasi resmi. Namun, hingga kini tidak ada tanggapan atau balasan dari pihak kejaksaan.

 

“Kami sudah melayangkan surat klarifikasi dan meminta penjelasan terkait dugaan pemalsuan dokumen yang dilakukan dua oknum pegawai Kejari Metro, tetapi tidak ada balasan,” ujar Usman dengan nada kecewa.

 

Kronologi Dugaan Pemalsuan Dokumen

Menurut penjelasan Usman, peristiwa dugaan pemalsuan dokumen ini terjadi sekitar bulan Desember 2025. Dua oknum pegawai Kejaksaan Negeri Metro diduga memalsukan stempel dan tanda tangan untuk kepentingan yang tidak jelas, yakni menangguhkan penahanan atas salah seorang tahanan.

 

Lebih mencengangkan lagi, tahanan tersebut dijemput menggunakan kendaraan resmi Kejaksaan Negeri Metro. Padahal, berdasarkan informasi yang dihimpun TRINUSA, pada hari dan tanggal kejadian tidak ada agenda persidangan yang mengharuskan tahanan dikeluarkan dari Lapas.

 

“Ini jelas pelanggaran serius. Mereka menggunakan mobil tahanan resmi Kejaksaan untuk menjemput tahanan tanpa dasar hukum yang jelas. Kami mempertanyakan, untuk kepentingan siapa ini semua?” tegas Usman.

 

Pengakuan dari Kasi Intel Kejari Metro

Usman mengungkapkan bahwa saat pihaknya datang langsung ke Kejaksaan Negeri Metro untuk meminta kejelasan, mereka diterima oleh Kepala Seksi Intelijen Kejari Metro. Dalam pertemuan tersebut, Kasi Intel membenarkan bahwa peristiwa dugaan pemalsuan dokumen yang dilakukan dua oknum pegawai Kejari Metro memang benar terjadi.

 

“Kasi Intel membenarkan kejadian tersebut. Artinya, institusi Kejari Metro sendiri mengakui ada oknum pegawainya yang melakukan pemalsuan dokumen negara,” ungkap Usman.

 

Kritik Tajam atas Lemahnya Pengawasan

LSM TRINUSA menyoroti lemahnya sistem pengawasan internal di Kejaksaan Negeri Metro. Usman menilai, kualitas pengawasan pimpinan sangat buruk sehingga peristiwa seperti ini bisa terjadi.

 

“Kami mempertanyakan kualitas pengawasan yang dilakukan pimpinan Kejari Metro. Dua oknum pegawai bisa leluasa memalsukan dokumen negara dan menggunakan fasilitas dinas untuk kepentingan yang tidak jelas. Ini menunjukkan lemahnya kontrol internal,” kritik Usman.

 

Menurutnya, kasus ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan sanksi etik atau administratif internal. Tindakan tersebut, kata Usman, telah masuk dalam ranah pidana, yaitu pemalsuan surat dan penyalahgunaan wewenang sebagaimana diatur dalam Pasal 263 dan Pasal 421 KUHP .

 

Tuntutan: Copot dan Proses Kejari Metro

Dalam aksi yang direncanakan setelah Lebaran nanti, LSM TRINUSA akan membawa sejumlah tuntutan keras. Mereka mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung dan Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk segera mencopot Kepala Kejaksaan Negeri Metro dari jabatannya.

 

“Kami meminta Kejati Lampung dan Kejagung untuk mencopot dan memproses Kepala Kejari Metro. Sebagai pimpinan, ia harus ikut bertanggung jawab atas kejadian ini. Jangan hanya anak buah yang diproses, sementara pimpinan yang lalai dalam pengawasan tidak tersentuh,” tegas Usman.

 

Selain itu, TRINUSA juga mendesak agar dua oknum pegawai yang diduga melakukan pemalsuan dokumen segera diproses secara pidana, bukan hanya dijatuhi sanksi internal.

 

“Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas. Aksi massa akan kami gelar setelah Idul Fitri dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat yang peduli pada penegakan hukum yang bersih dan berintegritas,” pungkas Usman.

 

Saat dikonfirmasi pihak krjari Kota Metro oleh team media melalui  pesan whatsapp dirinya menjawab, “Nanti kami sampaikan kepada pimpinan ya mas” Balas nya

By. Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!