INFOJEJAMA.COM//TULANG BAWANG BARAT – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LSM Triga Nusantara Indonesia (TRINUSA) Kabupaten Tulang Bawang Barat bersama awak media menyambangi Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) setempat pada Rabu (08/04) dan Kamis (09/04/2026).
Kedatangan ini bertujuan untuk meminta klarifikasi terkait adanya dugaan mark-up pada anggaran kebersihan dan keamanan tahun anggaran 2024-2025 yang sebelum dikonfimasi Pihak LSM TRINUSA dan Media pada Kasubag Tata Usaha Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tulang Bawang Barat,(TUBABA) pada hari kamis, 02.apri.2026.
Namun, upaya konfirmasi tersebut terkesan dihalangi. Pihak BPS Tulang Bawang Barat dinilai tidak kooperatif dan diduga sengaja menghindar dari kejaran wartawan serta lembaga kontrol sosial.
*Kronologi Kejadian*
Pada Rabu, 8 April 2026, sekitar pukul 09.30 WIB, Ketua DPC LSM Trinusa Masdar beserta tim media tiba di Kantor BPS. Saat itu, petugas keamanan (satpam) menyatakan bahwa Kepala BPS (Kaban) dan Kasubag TU sedang melakukan Zoom Meeting. Staf tersebut mengarahkan tim untuk kembali lagi pada pukul 14.00 WIB.
Sesuai arahan, tim kembali mendatangi kantor pada sore hari. Bukannya ditemui, pihak staf justru memberikan alasan baru bahwa Kepala BPS dan Kasubag sedang melakukan perjalanan dinas ke Lampung Tengah.
Tak berhenti di situ, pada Kamis (09/04/2026), tim kembali menyambangi Kantor BPS. Mereka hanya ditemui oleh seorang pegawai berinisial (Z) yang mengaku sebagai Operator Layanan Operasional di bawah naungan Tata Usaha. Lagi-lagi, alasan serupa terlontar: Kepala BPS sedang Zoom Meeting dan Kasubag TU sedang Dinas Luar (DL).
*TANGGAPAN LSM TRINUSA*
Ketua DPC LSM TRINUSA Masdar’ Menyayangkan sikap tertutup pimpinan BPS Tulang Bawang Barat. Menurutnya, transparansi anggaran adalah kewajiban publik yang harus dijelaskan, terutama menyangkut dugaan penggelembungan dana kebersihan dan keamanan yang nilainya cukup fantastis.
“Kami datang dengan niat baik untuk klarifikasi agar informasi tidak simpang siur. Namun, dua hari berturut-turut alasan yang diberikan selalu berubah-ubah. Kami menduga ada upaya menghindar untuk memberikan keterangan terkait anggaran tersebut,” tegas Ketua Trinusa.
LSM TRINUSA dan Media Menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga mendapatkan jawaban yang transparan.
Media dan LSM berfungsi sebagai kontrol sosial, untuk keterbukaan informasi publik serta mendepankan asas praduga tidak bersalah.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala BPS maupun Kasubag TU BPS Tulang Bawang Barat belum bisa dikonfirmasi untuk memberikan penjelasan resmi terkait tudingan mark-up anggaran yang dimaksud.
Rilis: HA/Red










