INFOJEJAMA.COM//TULANG BAWANG BARAT– Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) TRINUSA Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mendatangi Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat guna melakukan konfirmasi langsung terkait adanya dugaan penggelembungan dana (mark-up) pada realisasi anggaran APBN 2025. Kamis,09.april.2026
Fokus konfirmasi tersebut tertuju pada alokasi dana swakelola yang digunakan untuk membayar insentif 15 orang tenaga pramubakti (tenaga pembantu di semua bidang) yang bertugas di lingkungan BPN Tulang Bawang Barat. Sebelumnya sudah pernah dikonfirmasi LSM TRINUSA dan awak media pada kasubag tata usaha BPN tulang Bawang Barat pada kamis, 02.april.2026 lalu. Kemudian ditayangkan oleh beberapa media online.
Ketua LSM TRINUSA Tubaba, Masdar, menyatakan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk fungsi pengawasan masyarakat terhadap penggunaan uang negara agar tepat sasaran dan transparan. Namun, upaya konfirmasi tersebut belum membuahkan hasil.
“Kami datang bersama rekan media untuk meminta klarifikasi terkait data yang kami temukan kemudian ditayangkankan melalui pemberitaan online, mengenai anggaran pramubakti yang menggunakan anggaran APBN 2025 secara swakelola. Namun, hingga saat ini kami belum mendapatkan informasi atau tanggapan apapun dari pihak berwenang di kantor tersebut,” ujar Masdar saat berada di depan Kantor BPN Tubaba.
Saat kunjungan berlangsung, Kepala Kantor BPN Tubaba maupun Kepala Subbagian (Kasubag) Tata Usaha tidak berada di lokasi. Salah seorang pegawai wanita di Kantor BPN menyampaikan bahwa pimpinan mereka sedang menjalani agenda dinas luar. “Pimpinan dan Kasubag TU sedang tidak ada di tempat, sedang ada kegiatan dinas di luar kantor,” terang pegawai tersebut kepada tim LSM TRINUSA.
Atas dasar tersebut, Masdar meminta dengan tegas kepada pihak BPN Tulang Bawang Barat agar segera menjadwalkan ulang waktu pertemuan resmi. Hal ini dinilai penting agar dugaan penyimpangan anggaran ini tidak menjadi bola liar di tengah masyarakat berdasarkan pada pemberitaan yang sudah tayang.
“Kami meminta pihak BPN kooperatif dan segera menjadwalkan waktu khusus untuk bertemu. Kami ingin mendengar langsung penjelasan mereka mengenai realisasi anggaran tersebut agar semuanya terang benderang,” pungkas Masdar.
LSM dan Media bertugas sebagai kontrol sosial, membuka ruang luas klarifikasi praduga tidak bersalah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BPN Tulang Bawang Barat belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan dugaan mark-up anggaran yang dimaksud.
Rilis: Tim/Red










