Infojejama.com // PESAWARAN – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Tanjung Kerta, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung, mendapat sorotan terkait kualitas menu di SD Negeri 6 Way Khilau. Menanggapi hal tersebut, pihak SPPG langsung bergerak cepat melakukan klarifikasi dan investigasi ke lapangan.
Irham bersama Baheram Syah Utama , Selaku perwakilan dari pihak MBG SPPG di Tanjung Kerta, membantah tegas isu bahwa nasi goreng yang didistribusikan dalam kondisi basi. Dalam keterangannya pada Kamis (12/2), ia menjelaskan bahwa pihaknya telah turun langsung ke lokasi pada hari yang sama saat pemberitaan muncul.
“Kami dari pihak SPPG sudah turun ke lapangan di hari itu juga, yaitu ke SDN 6 Way Khilau, untuk meminta keterangan terkait menu kami tersebut,” ujar Irham.
Hasil konfirmasi dengan Kepala Sekolah dan dewan guru SDN 6 Way Khilau menyatakan bahwa nasi goreng tersebut tidak basi. Irham menirukan penjelasan dari pihak sekolah, “Nasi goreng tidak basi, namun hanya ada beberapa nasi lembab, itupun sedikit,” ujar dewan guru setempat.
Pihak SPPG mengakui adanya ketidaksempurnaan tekstur pada sebagian kecil porsi makanan. Menanggapi hal ini, Irham menyatakan bahwa kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi internal yang serius.
“Tentu dengan kejadian ini kami akan lebih hati-hati, supaya tidak terjadi hal yang serupa. Ini menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depannya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Irham juga meluruskan soal keraguan publik terkait perbedaan porsi kecil dan besar. Ia memastikan bahwa seluruh porsi makanan telah disesuaikan oleh ahli gizi berdasarkan rumus gramasi dan takaran yang ketat.
“Menu porsi kecil dan porsi besar itu sudah disesuaikan oleh ahli gizi kami sesuai dengan rumus gramasi dan takarannya. Tidak ada pengurangan atau kesalahan takaran,” imbuhnya.
Di akhir pernyataan, Irham menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan media yang telah mengawal jalannya program MBG di Pesawaran.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah memberikan masukan. Ini sangat berarti sebagai bahan evaluasi kami untuk lebih baik lagi ke depannya,” pungkasnya.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas nasional yang tengah diuji coba di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Pesawaran. Pihak SPPG berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas gizi dan pelayanan distribusi.
Diberitakan sebelumnya dengan judul dan link berita :
Wali Murid SDN 6 Way Khilau Keluhkan Makanan Diduga Basi Dari Program MBG
https://infojejama.com/2026/02/11/wali-murid-sdn-6-way-khilau-keluhkan-makanan-diduga-basi-dari-program-mbg/










