Respon Keras Dari Pemerintah Kecamatan Terkait Dugaan Kasus Pencabulan Di Wilayah Kedongdong

PESAWARAN – Respons keras akhirnya datang dari pemerintah Kecamatan Kedondong terkait mencuatnya dugaan kasus pencabulan dalam lingkup keluarga yang mengguncang masyarakat. Camat Kedondong, Irwan Rosa, S.H., mengaku baru mengetahui informasi tersebut pada 9 April 2026—dan reaksinya tidak ditutup-tutupi.

Begitu menerima kabar itu, Irwan Rosa langsung menyatakan kemarahan dan keprihatinan mendalam. Ia menilai dugaan peristiwa tersebut sudah berada di batas yang tidak bisa ditoleransi secara kemanusiaan.

“Saya baru tahu hari ini, dan ini benar-benar membuat saya geram. Kalau informasi ini benar, ini sudah di luar nalar manusia,” tegasnya.

Tanpa menunggu lama, Camat Kedondong langsung berupaya menghubungi kepala desa tempat kejadian melalui sambungan WhatsApp. Namun upaya tersebut gagal karena nomor yang dituju tidak aktif.

Kondisi itu justru menambah tekanan. Camat menegaskan tidak ingin ada kesan pembiaran di tingkat bawah.

“Saya sudah coba hubungi, tapi tidak aktif. Ini tidak bisa dibiarkan. Saya minta kepala desa segera menghadap untuk memberikan penjelasan,” ujarnya dengan nada tegas.

Tidak hanya berhenti di tingkat desa, Irwan Rosa juga mendorong keterlibatan pihak eksternal untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tidak berlarut. Ia secara langsung meminta bantuan Komisi Perlindungan Anak Indonesia agar segera turun tangan.

“Saya minta KPAI turun. Ini bukan persoalan biasa, ini menyangkut anak, menyangkut masa depan korban. Jangan sampai terlambat,” katanya.

Menurutnya, situasi yang berkembang di masyarakat sudah menunjukkan tanda-tanda kegelisahan yang serius. Jika tidak segera ditangani, ia khawatir kondisi di lapangan bisa berkembang ke arah yang tidak diinginkan.

“Kita tidak boleh kalah cepat dari situasi. Kalau lambat, dampaknya bisa lebih luas. Ini harus segera ditangani secara serius dan terbuka,” tambahnya.

Pernyataan Camat Kedondong ini menambah tekanan terhadap seluruh pihak terkait untuk segera mengambil langkah nyata. Di tengah kemarahan warga yang terus meningkat, kehadiran negara dituntut tidak hanya terasa—tetapi juga terlihat.

Hingga saat ini, penanganan kasus tersebut masih menjadi perhatian publik, seiring desakan yang terus menguat agar ada kepastian hukum sekaligus perlindungan maksimal terhadap korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!