PANARAGAN, TULANG BAWANG BARAT//INFOJEJAMA.COM – Aparatur Tiyuh (Desa) di Kabupaten Tulang Bawang Barat melayangkan keluhan mendalam terkait belum dibayarkannya Penghasilan Tetap (Siltap) selama empat bulan berturut-turut, terhitung sejak bulan Maret hingga Juni 2026. Keterlambatan ini dinilai sangat mencederai rasa keadilan, mengingat seluruh aparatur telah menunaikan kewajiban mereka sebagai ujung tombak pelayanan publik di tingkat desa.
Salah seorang Kepala Tiyuh di Tulang Bawang Barat, yang enggan disebutkan namanya demi kenyamanan birokrasi, mengungkapkan keluhan serta keprihatinan yang mendalam atas situasi ini.
“Kami selalu dituntut untuk profesional dan memastikan pelayanan publik di desa berjalan tanpa hambatan. Tugas dan kewajiban itu sudah kami tunaikan sepenuhnya dari Maret sampai Juni ini. Namun, hak dasar kami justru belum diberikan. Kondisi ini sangat memberatkan, terutama bagi para aparatur yang menggantungkan dapurnya dari Siltap ini. Kami sangat berharap pemerintah daerah bisa mendengar dan mengerti kondisi riil kami di bawah,” ujarnya dengan nada penuh harap.
Penundaan hak ini berdampak langsung pada kelangsungan hidup dan kesejahteraan domestik para aparatur. Sebagai penggerak roda pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat, mereka dituntut untuk selalu hadir tepat waktu dan menyelesaikan seluruh target program kerja. Namun, dedikasi yang tinggi tersebut tidak diimbangi dengan ketepatan waktu dalam pemenuhan hak-hak dasar.
Melalui rilis resmi ini, berikut adalah poin-poin tuntutan dan aspirasi objektif dari Aparatur Tiyuh se-Kabupaten Tulang Bawang Barat agar ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten:
- Realisasi Hak atas Kewajiban yang Telah Tunai
Aparatur Tiyuh telah menjalankan seluruh kewajiban pelayanan kepada masyarakat secara penuh tanpa henti. Oleh karena itu, sudah sepatutnya hak atas Siltap Maret–Juni 2026 segera diserahkan. - Kesejahteraan Keluarga Aparatur yang Terancam
Siltap merupakan sumber pendapatan utama bagi sebagian besar aparatur desa. Keterlambatan selama empat bulan ini memaksa mereka mencari pinjaman demi memenuhi kebutuhan pokok keluarga dan biaya pendidikan anak. - Tuntutan Transparansi Anggaran
Mendesak Pemerintah Daerah melalui dinas terkait untuk memberikan penjelasan yang transparan mengenai kendala teknis pencairan anggaran Siltap ini. - Jadwal Pencairan yang Pasti
Meminta kepastian tanggal dan komitmen mengenai kapan hak aparatur akan ditransfer, sehingga para pekerja desa tidak terus berada di dalam ruang ketidakpastian. - Prioritas Anggaran untuk Tingkat Desa
Memohon kepada Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat agar menempatkan alokasi Siltap sebagai prioritas utama yang tidak boleh ditunda atau dialihkan untuk kepentingan lain.
Aparatur Tiyuh se-Tulang Bawang Barat sangat mengharapkan kebijakan dan hati nurani dari Bpk Bupati serta jajaran pemangku kebijakan daerah. Mereka tidak menuntut fasilitas berlebih, melainkan hanya meminta hak atas keringat yang telah dikeluarkan demi melayani masyarakat Tulang Bawang Barat selama empat bulan terakhir ini agar segera dibayarkan.
(Tim-Jwi)










