INFOJEJAMA.COM//TUBABA– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LSM TRINUSA bersama Organisasi Profesi Pers DPD Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) secara resmi mendorong pihak Kepolisian Resor (Polres) Tubaba untuk segera mengungkap tabir kematian Suandi Bin Ismail. Korban sebelumnya ditemukan meninggal dunia mengapung di Lebung Bunian, RK 6 Karta, tepat di belakang pabrik singkong PT BTJ/BTI, Senin (20/04/2026).
Dorongan ini muncul setelah Tim JWI dan LSM TRINUSA menyambangi kediaman orang tua korban, Bapak Ismail, di Gunung Katun Malay pada Jumat malam (24/04/2026).
Dalam pertemuan tersebut, keluarga mengungkapkan sejumlah fakta janggal yang mengarah pada dugaan adanya tindak pidana.
Fakta-Fakta Kejanggalan:
Barang Bukti Baru: Keluarga telah menyerahkan sepasang sandal dan sebilah golok kepada Polsek Tumijajar. Benda-benda tersebut ditemukan warga saat terjadi aksi pengejaran orang tak dikenal (OTK) di sekitar lokasi pengejaran, dua hari pasca penemuan jasad Suandi.
Kepergian Mendadak Tiga Warga: Kecurigaan menguat setelah tiga orang warga yang mengaku melakukan pengejaran terhadap OTK tersebut justru pergi meninggalkan desa secara mendadak dengan membawa serta seluruh anggota keluarga mereka (anak dan istri) setelah dikabarkan ditemukan mayat Suandi mengapung dilebung.
Laporan Resmi: Keluarga korban/ayah korban Ismail, telah melaporkan temuan dan kecurigaan ini secara resmi di Polsek Tumijajar daya murni dan berharap kepolisian bergerak cepat.
Ketua DPC LSM TRINUSA Tubaba, Masdar, didampingi Ketua DPD JWI Tubaba, Heri Akbar, menegaskan bahwa rentetan peristiwa ini bukanlah kebetulan.
“Kami menyimpulkan ada benang merah antara kematian almarhum Suandi dengan kepergian tiga warga secara misterius.
Kami minta kepada Polres Tubaba melakukan langkah serius dan terukur agar kasus ini tidak menjadi bola liar di masyarakat,” tegas mereka.
MISTERI KEMATIAN SUANDI: LSM TRINUSA dan JWI Tubaba Desak Kepolisian Ungkap Kaitan Barang Bukti dan Kaburnya Tiga Warga
langkah-langkah berikut:
1. Penyelidikan Intensif (Scientific Crime Investigation): Melakukan uji forensik terhadap barang bukti sandal dan golok untuk mencari jejak DNA atau sidik jari yang tersisa.
2. Pengejaran dan Pemanggilan Saksi Kunci: Mencari keberadaan tiga warga yang melarikan diri untuk dimintai keterangan sebagai saksi kunci (atau berpotensi tersangka) guna mengonfirmasi alasan mereka meninggalkan desa secara mendadak
3. Otopsi dan Rekonstruksi: Jika diperlukan, melakukan otopsi mendalam untuk memastikan penyebab kematian (apakah ada tanda kekerasan sebelum tenggelam) serta melakukan rekonstruksi di TKP Lebung Bunian.
4. Transparansi Informasi: Sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, keluarga berharap pihak kepolisian memberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) secara berkala.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan misteri kematian Suandi.
LSM TRINUSA dan JWI Tubaba berkomitmen akan terus mengawal kasus ini hingga keluarga mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya.
Rilis: Tim JWI TUBABA


During exploration of digital marketplace sites I came across Amber Harbor vendor lounge marketplace – The aesthetic is nice, but the lounge section mostly shows blank pages, which weakens the platform’s credibility.