LSM Penjara Indonesia Bersama Pemuda dan Masyarakat Siapkan Aksi Orasi Terkait Jalan Rusak dan Dugaan Korupsi Di Dinas BMBK Lampung

Pesawaran, Lampung – LSM Penjara Indonesia DPD Provinsi Lampung bersama para pemuda dan masyarakat setempat tengah mempersiapkan berbagai atribut dan perlengkapan untuk menggelar aksi orasi damai terkait kondisi ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan parah serta menyoroti pelaksanaan pembangunan jalan yang saat ini sedang berlangsung dan diduga tidak sesuai spesifikasi teknis pekerjaan.

 

Aksi orasi tersebut mendapat dukungan dari Sumara selaku Ketua LSM LIPAN DPD Kabupaten Pesawaran. Kegiatan penyampaian aspirasi di muka umum itu dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 5 Juni 2026, dengan titik lokasi di ruas jalan provinsi yang berada di wilayah Desa Kota Jawa – Tanjung Kerta, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.

 

Menurut panitia pelaksana, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi infrastruktur jalan yang dinilai telah lama mengalami kerusakan dan berdampak terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, serta keselamatan pengguna jalan.

 

Dalam aksi tersebut, Mahmuddin mengatakan akan menyampaikan beberapa tuntutan, di antaranya:

 

1. Meminta Pemerintah Provinsi Lampung, khususnya Gubernur Lampung, untuk segera melakukan pembangunan dan perbaikan menyeluruh terhadap ruas jalan Kedondong yang mengalami kerusakan parah dan berlubang di wilayah Kecamatan Way Khilau, Kecamatan Kedondong, dan Kecamatan Way Lima.

 

2. Meminta Aparat Penegak Hukum ( APH ) usut dugaan korupsi wilayah 1 dinas BMBK Provinsi Lampung Terkait:

A. Anggaran Tahun 2024

Pemeliharaan Rutin Jalan UPTD Wilayah 1 (Kabupaten Pesawaran) (Swakelola) 4.363.421.700

B. Anggaran Tahun 2025

Pemeliharaan Rutin Jalan UPTD Wilayah 1 (Swakelola) Rp. 5.360.557.200

 

Ketua LSM Penjara Indonesia DPD Provinsi Lampung, Mahmuddin, mengatakan bahwa aksi orasi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya perhatian serius dari pemerintah terhadap kondisi jalan provinsi yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan.

 

“Jalan yang rusak parah dan berlubang telah menjadi keluhan masyarakat sejak lama. Selain menghambat mobilitas warga, kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, kami bersama masyarakat dan pemuda akan menyampaikan aspirasi secara damai agar pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki ruas jalan tersebut,” ujar Mahmuddin.

 

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya mendukung pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah, namun berharap seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan diawasi secara ketat agar menghasilkan kualitas pembangunan yang baik serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

 

LSM Penjara Indonesia bersama elemen masyarakat berharap aksi damai yang akan digelar dapat menjadi perhatian pemerintah daerah maupun instansi terkait sehingga persoalan infrastruktur jalan di Kabupaten Pesawaran dapat segera ditangani secara maksimal demi kepentingan masyarakat luas.

 

Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak terkait lain nya, Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, media ini memberikan ruang hak jawab dan hak koreksi terbuka bagi seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini oleh LSM Penjara Indonesia DPD Provinsi Lampung.

 

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!