METRO – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti keluhan warga Kelurahan Karang Rejo terkait dampak operasional Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Karang Rejo. Saat ini, pemerintah tengah berfokus melakukan perbaikan menyeluruh terhadap tata kelola sampah di wilayah tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro, Ahmad Hariyanto, menyatakan bahwa aspirasi masyarakat mengenai bau menyengat, serbuan lalat, hingga gangguan kesehatan menjadi perhatian serius pemerintah. Namun, ia menjelaskan bahwa penutupan TPAS tidak bisa dilakukan secara instan demi menjaga keberlangsungan sistem pembuangan sampah kota.
“Kami sangat memahami aspirasi masyarakat. Pemerintah sedang mempelajari situasi ini dan terus memperbaiki tata kelola sampah agar solusi yang diambil benar-benar tepat,” ujar Ahmad Hariyanto, Kamis (9/7/2026).
Ahmad menambahkan, TPAS Karang Rejo sebenarnya memiliki potensi nilai ekonomis yang besar jika dikelola bersama oleh masyarakat. Salah satunya adalah pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk kompos. Oleh karena itu, ia mendorong agar pemilahan dan pengelolaan sampah sudah harus dimulai sejak dari lingkungan rumah tangga.
“Jika dikelola dengan baik, sampah ini bisa membawa manfaat ekonomi bagi warga, misalnya diolah menjadi kompos. Jadi, tidak semua sampah harus langsung masuk ke TPAS. Pengelolaan harus dimulai sejak dari rumah tangga,” jelasnya.
Menanggapi Surat Keputusan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Nomor 1834 Tahun 2026 terkait sanksi administratif penghentian sistem pembuangan terbuka (open dumping), Ahmad menegaskan bahwa regulasi tersebut justru menjadi momentum pembenahan secara bertahap.
Menurutnya, pemerintah pusat tidak langsung menutup operasional TPAS, melainkan memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan sistem sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Pemerintah daerah sedang memperbaiki tata kelolanya secara bertahap. Kalau langsung ditutup total sekarang, sampahnya mau dibuang ke mana? Intinya semua sedang berproses, bukan aksi penutupan langsung dari pusat, dan saat ini kami terus melakukan perbaikan,” pungkas Ahmad.










