Bandar Lampung – Pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Kota Bandar Lampung yang dipusatkan di kawasan Jalan Radin Intan, Jalan Jenderal Ahmad Yani, hingga Bundaran Tugu Adipura berlangsung meriah dan dipadati ribuan warga, Minggu (26/7/2026).
Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai kalangan memanfaatkan momen tersebut untuk berolahraga, mengikuti senam bersama, berjalan santai bersama keluarga, hingga menikmati beragam kuliner yang disajikan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Program yang digelar Pemerintah Kota Bandar Lampung di bawah kepemimpinan Wali Kota Eva Dwiana ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Selain menjadi ruang publik untuk berolahraga dan berekreasi, kegiatan tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi para pedagang yang berjualan di sepanjang kawasan CFD.
Namun demikian, sejumlah pengunjung dan pelaku UMKM berharap agar durasi pelaksanaan CFD dapat diperpanjang. Saat ini, kawasan bebas kendaraan hanya berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.
Berdasarkan pantauan tim redaksi di lapangan, hingga sekitar pukul 09.15 WIB kawasan Bundaran Tugu Adipura masih dipenuhi masyarakat yang menikmati suasana pagi sembari menyantap aneka kuliner. Di saat bersamaan, kendaraan bermotor mulai kembali melintas sehingga kenyamanan pengunjung dinilai mulai berkurang.
Salah seorang pengunjung, Ainun, mengaku senang dengan adanya kegiatan CFD karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas bersama keluarga. Meski demikian, ia berharap waktu bebas kendaraan dapat diperpanjang.
“Senang bisa datang ke sini. Sayangnya, ketika pengunjung masih ramai, mobil dan sepeda motor sudah mulai melintas. Jadi, suasananya terasa kurang nyaman,” ujar Ainun.
Harapan serupa disampaikan Lisa, salah seorang pelaku UMKM yang mengaku masih banyak pembeli berdatangan setelah pukul 09.00 WIB.
“Tolong sampaikan kepada Bunda Eva agar waktu Car Free Day diperpanjang. Pukul 09.00 WIB masih banyak pembeli. Mungkin karena hari Minggu masyarakat bangun lebih siang, kemudian ingin sarapan di sini. Namun, saat masih asyik menikmati sarapan, kendaraan sudah mulai melintas,” tuturnya.
Pelaku UMKM lainnya, Varrel, juga berharap Pemerintah Kota Bandar Lampung dapat mempertimbangkan perpanjangan waktu pelaksanaan CFD hingga menjelang siang agar aktivitas ekonomi masyarakat semakin meningkat.
“Kalau memungkinkan, kawasan ini tetap dikhususkan bagi pelaku UMKM sampai pukul 12.00 WIB. Saya yakin pengunjung tetap ramai. Kami berharap Ibu Wali Kota dapat memperpanjang waktunya,” ungkap Varrel.
Antusiasme masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa Car Free Day tidak hanya menjadi sarana olahraga dan rekreasi, tetapi juga berkontribusi dalam menggerakkan roda perekonomian, khususnya bagi pelaku UMKM lokal.
Masyarakat dan para pedagang berharap Pemerintah Kota Bandar Lampung dapat melakukan evaluasi terhadap durasi pelaksanaan CFD dengan tetap mempertimbangkan kelancaran arus lalu lintas, aspek keamanan, kebersihan lingkungan, serta kepentingan seluruh pengguna jalan, sehingga manfaat kegiatan ini dapat dirasakan secara lebih optimal oleh semua pihak.(Red)










