INFOJEJAMA.COM//TULANG BAWANG BARAT — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tulang Bawang Barat, M. Cheri Sopian, S.H., M.H., menghadiri Rapat Koordinasi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) sekaligus Workshop Kokurikuler yang dilaksanakan di SMP Negeri 8 Tulang Bawang Barat, Mulyakencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 63 kepala satuan pendidikan jenjang SMP se-Kabupaten Tulang Bawang Barat. Forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, serta meningkatkan sinergi dalam pelaksanaan program pendidikan di masing-masing satuan pendidikan.
Kegiatan berlangsung di SMP Negeri 8 Tulang Bawang Barat yang beralamat di Jl. Diponegoro No. 20A, Mulyakencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung.
Dalam arahannya, M. Cheri Sopian memberikan motivasi dan penguatan kepada para kepala sekolah agar mampu mengimplementasikan program pendidikan secara terarah, konsisten, dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya mendukung program prioritas Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat, khususnya dalam penguatan pendidikan karakter melalui lima pilar.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari pencapaian akademik peserta didik, tetapi juga dari kemampuan sekolah dalam membentuk karakter serta mengembangkan potensi, minat, dan bakat secara seimbang.
“Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Kita harus memastikan pendidikan karakter, pengembangan potensi, minat, dan bakat peserta didik dapat berjalan secara seimbang,” ujar M. Cheri Sopian.
Ia menegaskan bahwa penguatan tersebut perlu diterapkan secara terpadu melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Ketiganya harus saling mendukung dalam membentuk peserta didik yang memiliki kompetensi akademik, karakter, kreativitas, keterampilan, serta kemampuan berkolaborasi.
Workshop Kokurikuler Ditekankan Harus Berdampak pada Peserta Didik
Dalam kesempatan yang sama, pelaksanaan Workshop Kokurikuler mendapat perhatian khusus. Para kepala sekolah dan pendidik didorong untuk memiliki pemahaman yang sama mengenai perencanaan, pelaksanaan, pendampingan, hingga evaluasi kegiatan kokurikuler.
Kegiatan kokurikuler diharapkan tidak hanya menjadi aktivitas tambahan atau sekadar pemenuhan aspek administrasi, tetapi mampu memberikan pengalaman belajar yang kontekstual, relevan, dan bermakna bagi peserta didik.
Melalui kegiatan tersebut, peserta didik diharapkan memperoleh ruang untuk mengembangkan karakter, kreativitas, kepemimpinan, kolaborasi, kemandirian, serta berbagai keterampilan sesuai potensi dan kebutuhannya.
“Saya berharap melalui workshop ini, para kepala sekolah dan pendidik memperoleh pemahaman yang sama mengenai perencanaan, pelaksanaan, pendampingan, serta evaluasi kegiatan kokurikuler. Selanjutnya, hasil workshop dapat diterapkan dan dikembangkan sesuai karakteristik, potensi, dan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan,” ungkapnya.
MKKS Didorong Perkuat Kolaborasi dan Sinergi
Rapat koordinasi MKKS juga menjadi ruang penting untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antarsatuan pendidikan. MKKS diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai wadah koordinasi, tetapi juga menjadi forum berbagi praktik baik, membahas permasalahan pendidikan, serta merumuskan langkah bersama dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.
M. Cheri Sopian mengajak jajaran MKKS untuk terus membangun budaya kolaborasi dan berbagi praktik baik. Menurutnya, berbagai tantangan yang dihadapi satuan pendidikan tidak harus diselesaikan secara individual.
“Sekolah yang menghadapi tantangan tidak harus menyelesaikannya sendiri. Dengan komunikasi dan kerja sama yang kuat, berbagai inovasi dan solusi dapat kita kembangkan bersama,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar rapat koordinasi dan workshop tidak hanya menjadi forum pertemuan, tetapi menghasilkan komitmen serta rencana tindak lanjut yang konkret.
“Mari kita jadikan rapat koordinasi dan workshop ini bukan hanya sebagai forum pertemuan, tetapi sebagai momentum untuk menyatukan komitmen dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, relevan, dan berpihak pada kebutuhan peserta didik,” katanya.
Melalui penguatan sinergi antara Disdikbud, MKKS, kepala sekolah, dan pendidik, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat mendorong agar program prioritas bidang pendidikan dapat diimplementasikan secara optimal di seluruh satuan pendidikan.
Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi Tulang Bawang Barat yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kreativitas, kemandirian, keterampilan, kemampuan berkolaborasi, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
Redaksi Infojejama.com










