Jelang Momentum Politik, Pembina PADI Ramadhan Djamil: Fokus Persiapan Badan Hukum, Bukan Politik Pecah Belah

Jakarta – Di tengah dinamika politik nasional yang terus bergerak dinamis, Partai Amanat Demokrasi Indonesia (PADI) menegaskan arah strategisnya menjelang berbagai momentum politik mendatang. Pembina PADI, Ramadhan Djamil, secara lugas menyatakan bahwa fokus utama partai saat ini adalah pada penguatan fondasi legalitas melalui pengurusan badan hukum, bukan pada manuver yang berpotensi memecah belah internal partai.

 

“Kritik dan saran itu biasa, kita butuhkan itu untuk perbaikan. Tapi, fokus kita sekarang bukan untuk memecah belah partai,” tegas Ramadhan Djamil dalam sebuah kesempatan belum lama ini. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap berbagai dinamika yang mungkin muncul, terutama menjelang periode politik yang krusial.

 

Ramadhan Djamil menekankan bahwa PADI secara internal sedang giat bekerja keras untuk memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Proses ini krusial demi mendapatkan status badan hukum yang sah bagi partai.

 

“Fokus partai PADI dari tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota serta kecamatan adalah mempersiapkan syarat syarat yang ditetapkan oleh Kementerian Hukum, sehingga Partai Amanat Demokrasi Indonesia atau PADI mendapatkan badan hukum,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa kepastian status badan hukum ini memerlukan konsentrasi penuh dan upaya bersama dari seluruh jajaran partai, dari Sabang sampai Merauke.

 

Kepastian status badan hukum merupakan langkah krusial bagi setiap partai politik. Hal ini tidak hanya menyangkut legalitas formal semata, tetapi juga membuka jalan bagi partai untuk berpartisipasi secara penuh dalam setiap proses demokrasi yang diatur oleh undang undang. Termasuk di dalamnya, kesiapan untuk menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) di masa mendatang.

 

Dalam konteks ini, Ramadhan Djamil berharap agar seluruh kader dan pengurus PADI dapat menyatukan energi, pemikiran, dan dedikasi untuk menyelesaikan tugas penting ini. Ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan akan semakin berat, dan fondasi yang kokoh dalam bentuk badan hukum menjadi salah satu kunci utama untuk dapat menjawab tantangan tersebut.

 

“Mari kita bersama sama fokus pada persiapan ini. Ibarat membangun rumah, pondasinya harus kuat terlebih dahulu. Badan hukum ini adalah pondasi kita. Setelah itu kokoh, barulah kita bisa memikirkan langkah langkah strategis lainnya untuk membesarkan partai dan memberikan kontribusi yang maksimal bagi bangsa dan negara,” tutup Ramadhan Djamil dengan optimisme.

 

Pernyataan ini memberikan sinyal kuat bahwa partai sedang berada dalam fase konsolidasi internal yang serius. Dengan fokus yang jelas pada penguatan legalitas, PADI berupaya membangun fondasi yang kokoh untuk berkiprah secara optimal dalam kancah perpolitikan nasional. Saat ini, kepengurusan Partai Amanat Demokrasi Indonesia atau PADI dilaporkan sangat solid dan kompak, sebuah kondisi yang semakin menumbuhkan optimisme bahwa PADI akan segera mendapatkan badan hukumnya berkat kerja keras seluruh pengurus.

 

Srdj

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!