Kepsek dan Ketua Komite Masih Bungkam, JWI Dalami Dugaan Dominasi Satpam Baru di SMAN 1 Tulang Bawang Udik

INFOJEJAMA.COM//TULANG BAWANG BARAT – Polemik dugaan lobi tertutup dalam rekrutmen petugas keamanan di SMAN 1 Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat, terus bergulir. Hingga Kamis, 13 Agustus 2026, Kepala SMAN 1 Tulang Bawang Udik berinisial IF disebut masih belum memberikan klarifikasi terkait persoalan tersebut.

Tim Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Kabupaten Tulang Bawang Barat bersama awak media juga berupaya meminta penjelasan kepada Ketua Komite Sekolah SMAN 1 Tulang Bawang Udik. Namun, upaya komunikasi tersebut belum membuahkan hasil karena pihak komite disebut belum memberikan keterangan mengenai polemik yang sedang menjadi perhatian.

Sementara itu, Ketua DPD JWI Tubaba, Heri Akbar, bersama tim terus melakukan penelusuran di lapangan untuk menggali informasi mengenai keberadaan serta kewenangan petugas keamanan baru yang disebut berinisial RD.

Berdasarkan keterangan salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, muncul dugaan bahwa RD memiliki komunikasi yang cukup dekat dengan kepala sekolah sehingga keberadaannya di lingkungan sekolah dinilai sangat dominan.

“RD baru kurang lebih tiga bulan bekerja, tetapi sudah terlihat sangat leluasa dalam berbagai urusan di sekolah. Karena itu ada yang menyebut satpam rasa kepala sekolah,” ungkap sumber tersebut.

Namun demikian, keterangan tersebut masih merupakan informasi dari sumber yang identitasnya dirahasiakan dan belum mendapatkan konfirmasi dari pihak RD maupun kepala sekolah.

Sumber tersebut juga menyampaikan sejumlah dugaan lain yang dinilai perlu ditelusuri lebih lanjut. Di antaranya, RD disebut-sebut diduga ikut mengetahui atau terlibat dalam pengelolaan anggaran dana BOS, kebijakan internal sekolah, hingga pengaturan aktivitas tenaga pendidik.

Bahkan, menurut sumber, terdapat dugaan bahwa guru yang hendak meninggalkan lingkungan sekolah pada jam kerja, termasuk untuk keperluan makan atau urusan lainnya, harus terlebih dahulu meminta izin kepada RD.

Jika informasi tersebut benar, JWI menilai persoalan tersebut perlu mendapatkan penjelasan resmi karena menyangkut batas kewenangan petugas keamanan dengan kewenangan struktural kepala sekolah serta tenaga kependidikan.

Tak hanya itu, JWI juga memperoleh informasi mengenai dugaan rangkap tugas RD sebagai operator sekolah, menggantikan petugas sebelumnya. Namun, hingga kini belum diketahui secara jelas dasar penunjukan maupun mekanisme pergantian tersebut.

JWI mempertanyakan apakah penunjukan tersebut memiliki dasar administrasi dan kewenangan yang jelas atau hanya berdasarkan keputusan internal pihak sekolah.

Ketua DPD JWI Tubaba, Heri Akbar, mengatakan pihaknya akan terus mendalami informasi tersebut secara berimbang.

“Ini yang ingin kami dalami. Ada apa sebenarnya sehingga seorang petugas keamanan yang masa kerjanya baru sekitar tiga bulan justru diduga memiliki pengaruh yang begitu besar di lingkungan sekolah? Kepala sekolah merupakan pimpinan tertinggi di sekolah, sehingga tentu harus ada penjelasan mengenai batas kewenangan masing-masing,” ujar Heri.

Menurutnya, JWI tidak ingin membangun kesimpulan sepihak. Karena itu, pihaknya tetap membuka ruang bagi kepala sekolah, RD, komite sekolah, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi.

Kadisdik Provinsi Lampung Respons Pengaduan JWI

Di tengah belum adanya jawaban dari pihak sekolah, Ketua DPD JWI Tubaba Heri Akbar juga telah berupaya menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung untuk menyampaikan persoalan tersebut.

Menurut Heri, komunikasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung mendapat respons yang cukup kooperatif. Kepala dinas menyampaikan bahwa persoalan tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui jajaran cabang dinas.

“Sudah saya perintahkan dengan Kacabdin untuk cek sekolah SMAN 1 Tulang Bawang Udik. Sabar ya,” demikian jawaban Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung kepada Heri Akbar melalui pesan WhatsApp.

Heri mengapresiasi respons tersebut dan berharap pemeriksaan di lapangan dapat segera dilakukan secara objektif.

“Kami mengapresiasi respons Pak Kadis. Kami berharap instruksi kepada Kacabdin benar-benar ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung sehingga semua persoalan bisa terang. Kalau memang semua sesuai aturan, tentu harus dijelaskan dan tidak perlu ada yang ditutup-tutupi,” katanya.

JWI menegaskan bahwa informasi mengenai dugaan keterlibatan RD dalam pengelolaan dana BOS, kebijakan sekolah, pengaturan guru, maupun dugaan rangkap tugas sebagai operator masih sebatas informasi dan dugaan yang sedang ditelusuri. JWI juga menunggu klarifikasi resmi dari pihak sekolah dan pihak-pihak yang disebutkan.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SMAN 1 Tulang Bawang Udik berinisial IF, Ketua Komite Sekolah, serta RD belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai dugaan tersebut.

JWI menyatakan akan terus melakukan penelusuran dengan mengedepankan prinsip konfirmasi, keberimbangan, dan asas praduga tak bersalah.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!