INFOJEJAMO.COM//TULANG BAWANG BARAT – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Triga Nusantara Indonesia (TRINUSA) bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) resmi menyoroti alokasi anggaran swakelola pada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Tubaba tahun anggaran 2025.
Ketua DPC LSM TRINUSA Tubaba, Masdar, didampingi Ketua DPD JWI Tubaba, Heri Akbar, menyatakan bahwa berdasarkan hasil kajian terhadap APBD 2025, ditemukan sejumlah mata anggaran yang dinilai tidak jelas peruntukannya dan diduga berpotensi membingungkan publik jika tidak dijelaskan secara rinci.
“Sebagai lembaga kontrol sosial, kami memiliki tanggung jawab moral untuk mengawasi penggunaan uang rakyat. Kami mencatat ada beberapa item belanja swakelola di Dispora Tubaba yang nilainya cukup fantastis namun realisasinya di lapangan masih dipertanyakan,” ujar Masdar dalam keterangan persnya, Kamis (23/04/2026).
Adapun beberapa poin anggaran yang menjadi sorotan tajam LSM TRINUSA dan JWI meliputi:
1. Belanja Hibah Uang kepada badan dan lembaga nirlaba, sukarela bersifat sosial kemasyarakatan dalam pengelolaan destinasi pariwisata kabupaten sebesar Rp 400.000.000
2. Belanja Tenaga Ahli dalam pengelolaan destinasi pariwisata kabupaten sejumlah: Rp20.400.000.
3. Belanja Hibah Uang kepada badan dan lembaga nirlaba, sukarela, dan sosial yang telah memiliki SKT dalam pengelolaan destinasi pariwisata kabupaten sebesar Rp 220.000.000.
4. Belanja Jasa Tenaga Pelayanan dalam pengelolaan destinasi pariwisata kabupaten sebesar Rp 138.000.000.
5. Belanja Jasa Tenaga Kebersihan dalam pengelolaan destinasi pariwisata kabupaten Rp 183.000.000.
6. Belanja Pakaian Olahraga sebesar Rp 150.000.000.
Ketua JWI Tubaba, Heri Akbar, menegaskan bahwa publik berhak tahu ke mana saja aliran dana tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).
“Anggaran ini bersumber dari APBD, yang artinya dari pajak rakyat. Jangan sampai anggaran yang besar ini hanya menjadi angka di atas kertas tanpa asas manfaat yang jelas bagi masyarakat atau kemajuan olahraga di Tubaba,” tegas Heri.
Lebih lanjut, Heri menambahkan bahwa pihaknya tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam persoalan ini. Pihak media dan LSM membuka ruang klarifikasi serta tanggapan seluas-luasnya bagi Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tubaba untuk menjelaskan rincian penggunaan anggaran tersebut.
“Kami menunggu itikad baik dan penjelasan transparan dari pihak Dispora agar tidak terjadi kegaduhan dan persepsi negatif di tengah masyarakat,” tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulang Bawang Barat terkait rincian kegiatan tersebut. (Tim)










