LSM TRINUSA dan JWI Desak Transparansi Terkait Mangkraknya Dapur SPPG 2 Daya Murni Program Nasional Jangan Jadi Ajang Main-Main!

infojejama.com // Dayamurni – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Triga Nusantara Indonesia (Trinusa) bersama Organisasi Pers Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) angkat bicara menanggapi tutupnya operasional Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dua Daya Murni. Hanya sempat mencicipi masa operasional selama satu minggu, dapur yang berlokasi di area Belakang Water Boom Daya Murni tersebut kini berhenti total dengan alasan perizinan dan konflik internal Mitra dan Yayasan.

Menyikapi hal ini, Ketua LSM Trinusa Masdar menyatakan keprihatinan mendalam. Menurutnya, alasan “masalah izin” dan “konflik Mitra” yang dilontarkan Kepala SPPG berinisial “MJ” menunjukkan adanya manajemen yang amat amatir dalam mengelola program yang menyangkut hajat hidup masyarakat, khususnya gizi siswa.

“Ini adalah program strategis untuk pemenuhan gizi. Bagaimana mungkin dapur sudah beroperasi tapi izinnya baru diurus sekarang? Kami mencium adanya dugaan ketidaksiapan yang dipaksakan. Jangan sampai masyarakat hanya diberi harapan palsu,” tegas Masdar Ketua DPC LSM Trinusa Tubaba.

Senada dengan hal tersebut, ketua Organisasi Pers Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Kabupaten Tulang Bawang Barat, menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik mengenai kendala antara Mitra dan pihak yayasan pengelola. JWI menilai, Dugaan ketidakjelasan status operasional ini merugikan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang akurat.

“Adanya dugaan yang ditayangkan Media online infojejama.com pada pemberitaan sebelumnya, dikonfirmasi Kepala SPPG Dapur 2 Daya murni Melalu WhatsApp Pribadi, dirinya sedang pulang kampung sejak Dapur SPPG dinyatakkan tutup, melalui Pesan WhatsApp Kepala SPPG (MJ) mengakui ada masalah antara mitra dan yayasan, namun tidak merinci. Kami dari JWI meminta pihak pengelola untuk terbuka. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Publik berhak tahu siapa mitra dan apa masalah sebenarnya, karena ini menyangkut anggaran dan program publik,” ungkap Heri Akbar Ketua DPD JWI TUBABA dalam keterangannya.

Tuntutan LSM Trinusa dan JWI:
Segerakan Legalitas: Mendesak pihak yayasan dan dinas terkait untuk segera menyelesaikan izin operasional tanpa birokrasi yang berbelit.

Audit Kemitraan: Meminta transparansi mengenai kontrak antara pihak yayasan dan mitra agar masalah internal tidak mengorbankan jalannya program.

Kepastian Operasional: Menuntut jadwal pasti kapan dapur kembali dibuka agar kebutuhan gizi siswa di wilayah Daya Murni Tumijajar tidak terabaikan.

LSM Trinusa dan JWI berkomitmen akan terus mengawal kasus ini hingga Dapur SPPG 2 Daya Murni benar-benar berfungsi sebagaimana mestinya, bukan sekadar seremonial belaka.

Rilis: HA/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!