TUBABA, 2 Mei — Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), DPC LSM Triga Nusantara Indonesia Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mengeluarkan pernyataan tegas terkait integritas dunia pendidikan. Selain menyampaikan apresiasi bagi para pendidik, lembaga ini menyoroti celah penyimpangan pengelolaan anggaran di sekolah.
Ketua DPC LSM Triga Nusantara Indonesia Tubaba, Masdar, menegaskan bahwa momentum Hardiknas bukan sekadar seremonial, melainkan pengingat bahwa kualitas pendidikan sangat bergantung pada transparansi anggaran.
“Selamat Hari Pendidikan Nasional. Namun, kita harus jujur bahwa fondasi pendidikan yang kuat mustahil terwujud jika anggaran pendidikan masih bocor. Kami menekankan agar seluruh kepala sekolah di Tubaba mengelola Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara terbuka dan akuntabel,” ujar Masdar dalam keterangannya, Sabtu (2/5).
Komitmen Pengawasan Lapangan
Masdar menyatakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan tim investigasi internal untuk memperketat kontrol sosial di lapangan. Hal ini dilakukan guna memastikan setiap rupiah Dana BOS benar-benar terserap untuk kebutuhan siswa dan peningkatan fasilitas sekolah, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
“Kami tidak akan segan melaporkan temuan penyimpangan kepada pihak berwenang. Dana BOS adalah hak siswa, jangan sampai dikorupsi. Transparansi bukan pilihan, tapi kewajiban,” tegasnya.
Ajak Masyarakat Berani Melapor
LSM Triga Nusantara Tubaba juga mengajak wali murid dan elemen masyarakat untuk lebih kritis dalam memantau penggunaan anggaran di lingkungan sekolah masing-masing.
Menurut Masdar, sinergi antara kontrol sosial dan komitmen pemerintah adalah kunci menuju visi Indonesia Emas.
“Pendidikan yang berkeadilan hanya bisa dicapai jika integritas dijunjung tinggi. Mari kita kawal bersama agar anggaran pendidikan di Tubaba bersih dari praktik pungli dan manipulasi,” tutup Masdar.
Rilis: Tim Red










