Menuju 2031: Umar Ahmad Siapkan Strategi Penguatan Pertanian dan Ekonomi Rakyat untuk Lampung

INFOJEJAMA.COM//LAMPUNG – Komitmen kepemimpinan masa depan yang digulirkan melalui rilis poster resmi “Menuju 2031: Jalan Sunyi Umar Ahmad dan Politik Gagasan yang Mulai Langka di Lampung” menempatkan sektor agraria sebagai pilar utama perubahan.
Melalui jargon “Dari Tubaba untuk Lampung: Membangun Bersama, Menyatukan Harapan”, gagasan ini menegaskan bahwa kedaulatan ekonomi daerah harus dimulai dari pemuliaan terhadap para petani dan pelaku UMKM.

Visi penguatan ekonomi akar rumput ini lahir dari rekam jejak nyata Umar Ahmad selama dua periode (2014–2022) memimpin Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba). Di Tubaba, Umar membuktikan bahwa sektor pertanian tidak boleh dikelola secara konvensional, melainkan harus diintegrasikan dengan inovasi, kelestarian ekologi, dan ruang publik. Keberhasilannya membangun kawasan agrowisata, pasar modern Pulung Kencana yang ramah lingkungan, serta pemberdayaan komoditas lokal, menjadi cetak biru (blueprint) yang siap ia eskalasi ke tingkat Provinsi Lampung.

Umar Ahmad memandang bahwa sektor pertanian bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan fondasi martabat sebuah daerah. “Politik tidak harus mahal, yang penting bermanfaat untuk rakyat,” ungkap Umar Ahmad. Dalam konteks ekonomi rakyat, hal ini berarti kebijakan harus berpihak penuh pada stabilitas harga panen, ketersediaan pupuk, dan akses modal bagi petani kecil. “Kekuatan terbesar seorang pemimpin bukan isi rekeningnya, tetapi jaringan yang percaya, rekam jejak yang nyata, dan gagasan yang bermanfaat.”

Modernisasi Pertanian Melalui Siklus Gagasan. Menolak pendekatan instan, arah baru ekonomi Lampung yang diusung Umar Ahmad dirancang secara runtut dan sistematis: Gagasan → Diskusi → Kebijakan → Manfaat untuk Rakyat. Melalui pilar Ekonomi Rakyat, ada tiga fokus utama yang akan diintegrasikan dengan lima modal kepemimpinannya:

  • Menguatkan Petani: Menjamin kedaulatan petani Lampung dari hulu ke hilir melalui kepastian serapan pasar, perlindungan harga pasca-panen, serta penguatan kelembagaan kelompok tani.
  • Pemberdayaan UMKM: Mendorong hilirisasi produk pertanian lokal agar memiliki nilai tambah tinggi melalui digitalisasi, standardisasi kemasan, dan kemudahan akses pembiayaan.
  • Investasi yang Sehat: Membuka pintu bagi investor yang berkomitmen melakukan kemitraan adil dengan masyarakat lokal, bukan yang mengeksploitasi sumber daya alam.

Tata Kelola Bersih sebagai Kunci Distribusi Keadilan
Seluruh gagasan penguatan ekonomi rakyat ini ditopang oleh pilar Tata Kelola pemerintahan yang bersih dan efisien. Umar Ahmad menekankan bahwa rantai distribusi pupuk yang karut-marut dan kelangkaan pasokan air hanya bisa diselesaikan jika birokrasi bekerja dengan transparan dan bebas dari praktik transaksional. Dengan pemerintahan yang melayani, setiap stimulus ekonomi dan bantuan pertanian dipastikan akan sampai tepat sasaran ke tangan para petani yang membutuhkan.

Melalui pilar Kesejahteraan, Umar Ahmad optimistis bahwa dengan mengembalikan kejayaan Lampung sebagai lumbung pangan nasional yang dikelola secara modern, taraf hidup masyarakat rural akan meningkat secara signifikan menuju tahun 2031. (*H.A*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!