Pesawaran – Dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Dusun Pemindangan, Desa Kekatang, Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, kini berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Infrastruktur yang selama puluhan tahun menjadi denyut utama aktivitas ekonomi masyarakat pesisir itu tampak nyaris kehilangan fungsi akibat kerusakan yang semakin parah dan terus mengancam keselamatan seluruh pengguna.

Lantai dermaga dipenuhi lubang menganga, besi tulangan bermunculan akibat korosi, sementara sejumlah bagian konstruksi terlihat rapuh dan berpotensi ambruk sewaktu-waktu. Ironisnya, hingga kini belum tampak adanya langkah konkret perbaikan, padahal fasilitas tersebut setiap hari menjadi tempat bersandar perahu nelayan, lokasi bongkar muat hasil tangkapan, hingga pusat aktivitas pelelangan ikan yang sangat vital.
Di tengah kondisi yang semakin membahayakan, para nelayan mengaku terpaksa tetap menggunakan dermaga itu demi mempertahankan mata pencaharian. Risiko keselamatan pun menjadi harga yang harus dibayar setiap hari, karena tidak tersedia fasilitas alternatif yang memadai untuk menunjang aktivitas perikanan masyarakat setempat.
“Kondisi dermaga ini sudah sangat memprihatinkan. Kami berharap pemerintah dan dinas terkait segera turun tangan. Jangan sampai harus ada korban jiwa baru dilakukan perbaikan,” ujar AS, salah seorang warga Pemindangan yang meminta identitas lengkapnya tidak dipublikasikan, Rabu (24/6/2026), seraya berharap aspirasi masyarakat segera mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Keluhan serupa disampaikan para nelayan lainnya. Mereka menilai pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap kerusakan fasilitas publik yang menjadi penopang kehidupan masyarakat pesisir. Menurut mereka, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar janji maupun wacana.
“Setiap hari kami mencari nafkah lewat dermaga ini. Kerusakannya sudah lama, tetapi belum juga diperbaiki. Kami hanya ingin pemerintah hadir sebelum semuanya terlambat,” ungkap seorang nelayan, yang berharap keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama dalam kebijakan pembangunan infrastruktur daerah.
Kerusakan yang terus dibiarkan tidak hanya mengancam keselamatan pengguna dermaga, tetapi juga berpotensi melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat. Proses bongkar muat hasil tangkapan menjadi semakin berisiko, sementara akses menuju tempat pelelangan ikan tidak lagi memberikan rasa aman bagi para nelayan maupun masyarakat.
Padahal, sebagai daerah yang memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar, keberadaan infrastruktur pendukung seperti dermaga seharusnya menjadi prioritas pembangunan. Dermaga bukan sekadar bangunan beton di tepi pantai, melainkan urat nadi yang menopang roda perekonomian masyarakat nelayan serta mendukung keberlangsungan sektor perikanan daerah.
Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Pesawaran bersama instansi terkait segera melakukan inspeksi teknis secara menyeluruh, menetapkan status kelayakan bangunan, serta mengalokasikan anggaran perbaikan agar kerusakan tidak berkembang menjadi bencana. Langkah cepat dinilai sangat penting untuk mencegah risiko yang lebih besar.
Peringatan dari masyarakat seharusnya tidak berhenti sebagai laporan administratif tanpa tindak lanjut. Keselamatan warga merupakan tanggung jawab pemerintah, dan memastikan infrastruktur publik tetap layak digunakan adalah bentuk nyata kehadiran negara di tengah rakyat, terutama bagi masyarakat pesisir yang bergantung pada fasilitas tersebut.
Harapan para nelayan sesungguhnya sangat sederhana: segera perbaiki dermaga sebelum terlambat. Jangan biarkan bangunan itu ambruk terlebih dahulu, apalagi menunggu korban jiwa, baru kemudian pemerintah bergerak. Sebab, mencegah bencana jauh lebih bernilai daripada menyesali kelalaian setelah nyawa melayang, sekaligus menjadi wujud kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.
( Tim & Red )










