Kolaborasi KKN Tematik UIN, MIS Al Hikmah Hadirkan Program Mading Guna Dorong Literasi dan Kreativitas Siswa

Lampung – Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Hikmah menghadirkan program Majalah Dinding (Mading) sebagai media komunikasi visual sekaligus literasi partisipatif bagi peserta didik.

 

Program ini merupakan inovasi dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Mengajar UIN Raden Intan Lampung sebagai salah satu upaya untuk mendorong siswa agar lebih aktif membaca, berkarya, dan mengenal berbagai nilai keagamaan serta wawasan kebangsaan.

 

Mading ini dirancang dengan mengintegrasikan unsur literasi, kreativitas visual, pendidikan karakter, serta nilai-nilai religius.

 

Kepala MIS Al Hikmah, Muson M.Pd.I.Gr menyambut baik program yang dihadirkan oleh mahasiswa KKN UIN Raden Intan Lampung. Menurutnya, keberadaan Mading dapat menjadi media pendukung dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih kreatif.

 

“Kehadiran Mading ini memberikan warna baru bagi madrasah, khususnya dalam menumbuhkan minat baca dan kreativitas siswa,” katanya, Senin (7/9/2026).

 

Ia berharap, Mading ini dapat memberikan manfaat dan meninggalkan pengalaman yang baik bagi madrasah.

 

Salah satu mahasiswa KKN, Hesi Vermatasari menyampaikan bahwa Mading ini dibuat sebagai ruang yang dapat mendekatkan siswa dengan kegiatan literasi melalui cara yang lebih sederhana dan menyenangkan.

 

“Mading ini bertujuan menjadi media yang bisa mengajak siswa membaca, mengenal informasi baru, dan berani menuangkan kreativitas,” katanya.

 

Ia mengungkap, pemilihan materi dalam Mading disesuaikan dengan lingkungan pendidikan madrasah.

 

“Salah satu yang diangkat adalah sejarah perjuangan Nabi Muhammad saw yang mengajarkan berbagai nilai kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa Mading ini juga memuat edukasi mengenai nilai-nilai ajaran Nahdlatul Ulama (NU).

 

Senada dengan itu, mahasiswa KKN bernama Sean Trie Khofyfah menyampaikan, keberadaan Mading juga diarahkan untuk memberikan motivasi kepada siswa melalui kisah tokoh-tokoh inspiratif.

 

“Biografi tokoh inspiratif Islam dan nasional dengan tujuan agar siswa dapat mengenal tokoh dan menjadikan teladan dalam perjalanan hidup,” ucapnya.

 

Ia menilai, Mading juga harus dibuat dengan mengutamakan unsur visual agar mampu menarik perhatian siswa.

 

Selain itu, Marlina menyebut, Mading dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas sekaligus membangun kebiasaan literasi di lingkungan madrasah.

 

“Karena literasi tentang bagaimana siswa mampu memahami dan menyampaikan kembali apa yang mereka dapatkan,” ujarnya.

 

Ia berharap, siswa tidak hanya melihat dan membaca tetapi juga terdorong untuk menghasilkan sebuah karya.

 

Dalam proses pengembangan Mading ini, para siswa juga dilibatkan dalam penyusunan konten serta mendapat pendampingan langsung dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Rizki Wahyu Yunian Putra, M.Pd

 

Selain dikembangkan dalam bentuk fisik, pengembangan Mading juga diarahkan untuk dipublikasikan secara digital melalui web sekolah dengan tujuan agar diketahui oleh masyarakat secara lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *