T. Saiful Anwar, S.H. M.H: Deklarasi Perlak Raya manuver Jalan Tikus Menuju Kekuasaan, Jangan Jadikan Rakyat sebagai Kendaraan Politik

ACEH TIMUR – Senin 28 /9/ 2026-Pemerhati sosial Aceh Timur, T. Saiful Anwar, S.H., M.H., melontarkan kritik keras terhadap Deklarasi Perlak Raya. Ia menilai deklarasi tersebut perlu dicermati secara serius agar tidak menjadi manuver politik yang hanya membuka jalan bagi segelintir pihak untuk mengejar kekuasaan.

Dalam pandangannya, deklarasi yang mengatasnamakan kepentingan masyarakat harus mampu menjelaskan secara terbuka tujuan, arah perjuangan, serta manfaat nyata yang akan dirasakan rakyat.

Saiful Anwar menyebut manuver semacam itu sebagai “jalan tikus menuju kekuasaan”, sebuah ungkapan kritis terhadap langkah politik yang dinilainya berpotensi menghindari keterbukaan dan pertanggungjawaban kepada masyarakat.

Deklarasi Jangan Dijadikan Jalan Pintas Menuju Kekuasaan

Menurut Saiful Anwar, setiap gerakan yang membawa nama daerah dan kepentingan rakyat harus memiliki dasar perjuangan yang jelas, bukan sekadar menjadi panggung untuk membangun pengaruh politik.

Ia menilai masyarakat Aceh Timur tidak boleh hanya dijadikan penonton ketika berbagai manuver politik berlangsung di tengah kehidupan sosial dan ekonomi yang masih membutuhkan perhatian serius.

“Jangan sampai Deklarasi Perlak Raya hanya menjadi jalan tikus menuju kekuasaan. Jangan gunakan nama rakyat sebagai kendaraan politik untuk mencapai kepentingan kelompok atau individu tertentu,” tegas Saiful Anwar.

Ia mengingatkan bahwa kekuasaan bukanlah tujuan yang boleh dikejar dengan mengabaikan aspirasi dan kepentingan masyarakat.

Rakyat Berhak Mengetahui Tujuan Deklarasi

Saiful Anwar menegaskan bahwa masyarakat berhak mengetahui siapa yang berada di balik deklarasi tersebut, apa tujuan yang ingin dicapai, serta bagaimana komitmen para penggagas terhadap kepentingan rakyat.

Menurutnya, sebuah deklarasi harus berani diuji secara terbuka melalui gagasan, program, dan komitmen nyata.

Ia juga meminta agar setiap pihak yang terlibat dalam gerakan tersebut tidak berlindung di balik slogan perjuangan tanpa memberikan penjelasan yang konkret kepada masyarakat.

“Kalau benar membawa aspirasi rakyat, buktikan dengan program yang jelas. Jangan hanya bermain di balik deklarasi, membangun manuver politik, lalu menjadikan kekuasaan sebagai tujuan akhir,” ujarnya.

Jangan Biarkan Kepentingan Rakyat Tersisih

Lebih lanjut, Saiful Anwar mengingatkan bahwa Aceh Timur masih membutuhkan perhatian serius terhadap berbagai persoalan sosial, ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan daerah.

Karena itu, ia meminta agar setiap gerakan yang mengatasnamakan kepentingan masyarakat benar-benar berorientasi pada penyelesaian persoalan rakyat, bukan sekadar membangun posisi tawar politik.

Ia menegaskan bahwa masyarakat harus tetap kritis dan tidak mudah terbawa arus deklarasi yang belum memiliki arah perjuangan yang jelas.

 

Manuver Politik Harus Terbuka dan Bertanggung Jawab

Menutup pernyataannya, Saiful Anwar menegaskan bahwa setiap gerakan politik harus dijalankan secara terbuka, bertanggung jawab, dan menghormati hak masyarakat untuk mengetahui tujuan serta kepentingan di baliknya.

“Aceh Timur bukan panggung untuk memainkan manuver jalan tikus menuju kekuasaan. Rakyat bukan alat politik. Siapa pun yang membawa nama rakyat harus berani mempertanggungjawabkan perjuangannya kepada rakyat,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat dapat menilai Deklarasi Perlak Raya secara kritis berdasarkan tujuan, gagasan, dan dampak nyata yang ditawarkan bagi masa depan Aceh Timur.

Catatan redaksi: Pernyataan “jalan tikus menuju kekuasaan” dalam berita ini merupakan kritik dan penilaian yang diatribusikan kepada T. Saiful Anwar, bukan kesimpulan faktual mengenai tujuan deklarasi. Sebelum diterbitkan, sebaiknya dilakukan konfirmasi kepada pihak penyelenggara Deklarasi Perlak Raya untuk memperoleh tanggapan berimbang.(Rezi)