Pendamping Sosial PKH Pesawaran Dorong Kemandirian KPM Lewat Pelatihan Pembuatan Paving Block dari Limbah Plastik

Pesawaran – Upaya pemberdayaan masyarakat terus dilakukan Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran.

 

Salah satunya melalui kegiatan pelatihan dan praktik pembuatan paving block berbahan limbah plastik bekas yang melibatkan ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH.

 

Kegiatan yang digagas oleh Pendamping Sosial PKH Kecamatan Tegineneng, Amri Wibowo, tersebut dilaksanakan sebagai bentuk dorongan terhadap kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus pemanfaatan sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomis.

 

 

Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pesawaran, M. Zuriadi, SH., MH, Koordinator Tim Provinsi (Katimprov) PKH Lampung, Slamet Riyadi, M.I.P, Koordinator Tim Kabupaten (Katimkab) PKH Pesawaran, Aris Dwi Arsya, S.T, serta Camat Tegineneng yang diwakili oleh Kasi PMD, Suparno.

 

 

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pesawaran menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh pendamping sosial PKH dalam menciptakan program pemberdayaan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

 

 

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena tidak hanya memberikan keterampilan kepada KPM PKH, tetapi juga menjadi solusi dalam pengurangan limbah plastik di lingkungan masyarakat,” ujar M. Zuriadi.

 

 

Sementara itu, Katimprov PKH Lampung, Slamet Riyadi, menilai pelatihan tersebut menjadi langkah nyata dalam membangun pola pikir produktif bagi KPM PKH agar mampu berkembang dan mandiri secara ekonomi.

 

 

Pendamping Sosial PKH Kecamatan Tegineneng, Amri Wibowo, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian KPM PKH melalui pelatihan kewirausahaan berbasis lingkungan.

 

 

“Harapan kami, KPM PKH di Kecamatan Tegineneng tidak hanya menjadi penerima bantuan sosial, tetapi juga mampu memiliki keterampilan dan usaha mandiri yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga,” ungkap Amri Wibowo.

 

 

Ia menambahkan, pemanfaatan limbah plastik menjadi paving block memiliki potensi ekonomi yang cukup baik serta dapat menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.

 

 

Pelatihan tersebut diikuti dengan antusias oleh ratusan KPM PKH dari berbagai desa di Kecamatan Tegineneng.

 

Selain mendapatkan materi teori, peserta juga langsung mempraktikkan proses pengolahan limbah plastik hingga menjadi paving block siap pakai.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta kelompok-kelompok usaha mandiri di lingkungan KPM PKH yang mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung kebersihan lingkungan melalui pengurangan sampah plastik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!