LSM Penjara Indonesia DPD Lampung Kritik Keras Bupati Pesawaran dan Bupati Pringsewu, Sawah Mengering Ratusan Hektare Diduga Kurang Mendapat Perhatian

Jumat, 31 Juli 2026- LSM Penjara Indonesia DPD Provinsi Lampung menyampaikan kritik keras kepada Pemerintah Kabupaten Pesawaran dan Pemerintah Kabupaten Pringsewu yang dinilai lamban dalam merespons krisis kekeringan yang melanda areal persawahan di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengancam keberlangsungan usaha tani dan ketahanan pangan masyarakat.

 

Ketua LSM Penjara Indonesia DPD Lampung, Mahmuddin, mengatakan banyak petani mengeluhkan sawah yang mengering akibat minimnya pasokan air irigasi. Menurutnya, hingga saat ini masyarakat berharap adanya langkah nyata dari pemerintah daerah untuk membantu mengatasi persoalan tersebut.

 

“Petani sudah mengeluarkan modal untuk mengolah lahan, membeli benih, pupuk, dan biaya perawatan. Namun kini mereka terancam gagal panen akibat kekeringan. Kami menilai respons pemerintah daerah masih belum memadai. Masyarakat sangat kecewa karena berharap pemimpinnya hadir di tengah kesulitan yang sedang dihadapi,” ujar Mahmuddin.

 

LSM Penjara Indonesia menilai pemerintah daerah seharusnya segera menetapkan langkah-langkah tanggap darurat, seperti pompanisasi, penyediaan bantuan air bagi lahan pertanian, percepatan perbaikan jaringan irigasi, serta koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung maupun pemerintah pusat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terukur.

 

Selain itu, kondisi ini dinilai menjadi peringatan penting mengenai perlunya evaluasi terhadap infrastruktur pengairan yang ada. Apabila tidak segera ditangani, kekeringan berpotensi menyebabkan gagal panen, menurunkan pendapatan petani, serta mengganggu stabilitas pasokan pangan di daerah.

 

LSM Penjara Indonesia DPD Lampung juga meminta kedua bupati turun langsung ke lokasi-lokasi terdampak untuk melihat kondisi masyarakat dan mendengarkan aspirasi para petani, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

 

“Kami mengingatkan bahwa persoalan ini bukan hanya tentang sawah yang kering, tetapi menyangkut nasib ribuan petani dan ketahanan pangan daerah. Pemerintah harus hadir dengan tindakan nyata, bukan sekadar menunggu keadaan memburuk,” tegas Mahmuddin.

 

LSM Penjara Indonesia DPD Lampung menyatakan akan terus mengawal persoalan ini dan mendesak pemerintah daerah agar segera mengambil langkah konkret demi melindungi kepentingan masyarakat, khususnya para petani yang saat ini sedang menghadapi ancaman kerugian akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!