JWI Tubaba Soroti Kelangkaan BBM di Tiga Kecamatan, Pertalite Eceran Capai Rp14 Ribu per Liter

INFOJEJAMA.COM//TULANG BAWANG BARAT, 30 September 2026 — Ketua DPD Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Heri Akbar, meminta pihak terkait segera memberikan penjelasan dan melakukan penanganan terhadap keluhan masyarakat mengenai sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah wilayah Tubaba.

Berdasarkan hasil pemantauan JWI Tubaba di lapangan serta keluhan masyarakat, persoalan ketersediaan BBM tersebut dirasakan masyarakat di sedikitnya tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tumijajar, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, dan Kecamatan Tulang Bawang Udik.

Selain sulit memperoleh BBM pada waktu tertentu, masyarakat juga mengeluhkan antrean panjang di sejumlah SPBU. Kondisi tersebut disebut terjadi berulang dan membuat sebagian warga memilih membeli BBM melalui penjual eceran di warung pinggir jalan.

Untuk jenis Pertalite, harga di tingkat eceran berdasarkan informasi yang dihimpun dari pemantauan lapangan dan keluhan masyarakat disebut mencapai sekitar Rp14.000 per liter. Namun, JWI Tubaba menegaskan angka tersebut merupakan harga yang ditemukan di tingkat eceran berdasarkan informasi masyarakat, bukan harga resmi yang ditetapkan Pertamina.

Ketua DPD JWI Tubaba, Heri Akbar, mengatakan persoalan tersebut perlu segera mendapat perhatian pemerintah dan pihak terkait karena BBM merupakan kebutuhan penting masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

“Kami melakukan pemantauan di lapangan dan menerima keluhan masyarakat di tiga kecamatan. Yang menjadi perhatian adalah BBM terkadang sulit didapat, sementara antrean di SPBU cukup panjang. Ketika masyarakat mencari BBM melalui penjual eceran, harga Pertalite yang kami temukan berdasarkan informasi masyarakat mencapai sekitar Rp14 ribu per liter,” ujar Heri Akbar, Rabu (30/9/2026).

Heri menegaskan, JWI Tubaba tidak bermaksud mengambil kesimpulan mengenai penyebab kondisi tersebut tanpa adanya keterangan resmi dari pihak berwenang. Menurutnya, diperlukan verifikasi dan penjelasan terbuka untuk mengetahui apakah kondisi tersebut berkaitan dengan pasokan, distribusi, peningkatan kebutuhan, kuota, maupun faktor lainnya.

“Kami meminta Pertamina dan instansi terkait memberikan penjelasan berdasarkan data. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana kondisi sebenarnya terkait pasokan dan distribusi BBM di wilayah Tubaba,” katanya.

Antrean SPBU Jadi Perhatian

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan SPBU Simpang PU, Murni Jaya, serta Margo Mulyo atau Kali Miring, Kecamatan Tumijajar. Berdasarkan pemantauan dan informasi masyarakat, antrean kendaraan menjadi salah satu persoalan yang dikeluhkan pengguna BBM.

Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat evaluasi agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik dan distribusi BBM tetap sesuai ketentuan.

Sebelumnya, Unit Tipidter Satreskrim Polres Tulang Bawang Barat juga melakukan pengecekan di SPBU kawasan Simpang PU menyusul adanya laporan mengenai antrean panjang pengisian BBM. Langkah tersebut menunjukkan bahwa persoalan antrean di lokasi tersebut telah mendapat perhatian aparat penegak hukum.

Heri berharap pengawasan dan penanganan tidak hanya dilakukan pada satu titik, tetapi juga mempertimbangkan keluhan masyarakat di wilayah lain yang mengalami kondisi serupa.

“Yang kami harapkan adalah adanya langkah konkret dan koordinasi antara Pertamina, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait. Jangan sampai masyarakat terus menghadapi antrean panjang dan kesulitan memperoleh BBM,” tegasnya.

JWI Minta Penjelasan dan Penanganan

JWI Tubaba menilai informasi mengenai harga BBM eceran dan kelangkaan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui klarifikasi serta pengecekan langsung oleh pihak berwenang. Hal itu penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan tidak muncul spekulasi di tengah kondisi yang terjadi.

“Kami tidak ingin menyudutkan pihak tertentu. Fungsi pers juga melakukan kontrol sosial. Karena itu, kami meminta pihak terkait memberikan penjelasan secara profesional, transparan, dan berdasarkan data mengenai kondisi BBM di Tubaba,” ujar Heri.

Ia menambahkan, JWI Tubaba akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan persoalan tersebut dengan mengedepankan prinsip akurasi, verifikasi, konfirmasi, keberimbangan, dan kepentingan publik.

“Kami berharap persoalan ini segera mendapatkan solusi. Masyarakat membutuhkan kepastian mengenai ketersediaan BBM, pelayanan yang baik di SPBU, serta distribusi yang berjalan sesuai ketentuan,” pungkas Heri Akbar.

Sumber informasi: hasil pemantauan JWI Tubaba di lapangan dan keluhan masyarakat di Kecamatan Tumijajar, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, dan Kecamatan Tulang Bawang Udik.

Rilis: 30 September 2026/H.A