DIDUGA MINIM PENGAWASAN, PEKERJAAN REVITALISASI TK JAUHAROTUN NAQIYYAH JADI SOROTAN WARGA

Pesawaran, Kamis 25 Juni 2026 – Pelaksanaan kegiatan Revitalisasi TK Jauharotun Naqiyyah yang bersumber dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dengan anggaran APBN Tahun 2026 sebesar Rp418.040.000 mulai menjadi perhatian masyarakat.

 

Pekerjaan Proyek Revitalisasi tersebut yang berada di Desa Mada Jaya Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung.

 

Proyek revitalisasi yang dilaksanakan oleh P2SP dengan masa pelaksanaan selama 90 hari kalender tersebut diduga minim pengawasan di lapangan. Sejumlah warga menyayangkan tidak terlihat adanya pihak pengawas maupun penanggung jawab pekerjaan selama proses pembangunan berlangsung.

 

Berdasarkan pantauan masyarakat, di lokasi pekerjaan hanya terlihat beberapa orang pekerja salahsatunya bernama Paiman 50 tahun yang melakukan aktivitas pembangunan.warga Desa sinar harapan Kecamatan kedondong,

 

Selain minimnya pengawasan, warga juga menyoroti material kayu kusen yang digunakan dalam pekerjaan tersebut. Masyarakat menduga kayu kusen yang dipasang menggunakan jenis kayu cempaka muda, sehingga dikhawatirkan dapat mempengaruhi kualitas dan daya tahan bangunan dalam jangka panjang.

 

Menurut keterangan salah seorang tukang, penggunaan kayu medang dinilai lebih baik karena memiliki kualitas dan ketahanan yang lebih kuat dibandingkan kayu cempaka muda.

 

Saat dikonfirmasi di lokasi, Paiman selaku pekerja menyampaikan bahwa untuk pekerjaan kusen diperkirakan menghabiskan sekitar tiga kubik kayu dengan harga sekitar Rp2,5 juta per kubik.

 

“Untuk kayu kusen kisaran menghabiskan sekitar tiga kubik dengan harga Rp2,5 juta per kubik. Sedangkan untuk keramik saya tidak tahu habis berapa dus, karena ada tukang lain yang mengerjakannya. Saya hanya disuruh mengerjakan kusen dan mengecat. Untuk rangka baja ringan bagian atap memang sudah ada sebelumnya,” ujar Paiman.

 

Masyarakat berharap pihak pelaksana maupun instansi terkait dapat meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan revitalisasi tersebut agar pekerjaan berjalan sesuai dengan spesifikasi teknis, perencanaan, serta menghasilkan bangunan yang berkualitas dan tahan lama.bahkan bata Atas banyak mengalami keretakan ,

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana kegiatan maupun pihak terkait lainnya belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.Karna di lokasi hanya ada pekerjauntuk hak jawap,media ini membuka ruang klarifikasi kepada pihak terkait untuk perimbangan pemberitaan. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!