Tapanuli Tengah, INFOJEJAMA.COM – Sekretariat Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) janjikan bantuan Sosial (Bansos) untuk rumah ibadah Gereja terkena banjir bandang yang terjadi pada 25 November 2025 lalu sebesar Rp.16.000.000 persatu rumah ibadah untuk 59 Gereja dan hingga kini belum ada direalisasikan Bagian Kesra Pemkab Tapteng, demikian dikatakan Pendeta.Edison Waruwu kepada Infojejama.Com pada Minggu (4/10/2026) di Kelurahan Muara Nibung.
Edison Waruwu mengisahkan, “usai terjadinya bencana banjir melanda Gereja Misi Injil Indonesia (GMII) Berkat Kasih Karunia yang terletak di Kelurahan Muara Nibung Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah, saya selaku Pendeta di Gereja itu didatangi dari orang Pemerintahan Tapteng mendata segala kerusakan yang dialami Gereja terkena bencana banjir,” terangnya.
“Orang Pemerintahan yang mengaku dari Sekretariat Bagian Kesra, menyarankan saya selaku Pendeta di GMII Berkat Kasih Karunia agar menyampaikan foto-foto atas kejadian bencana tentang barang-barang yang rusak di dalam Gereja ke Bagian Kesra Pemkab Tapteng,” Pendeta Edison Waruwu.
Masih kata Edison,” selanjutnya sayapun diminta agar membuka rekening ke Bank Sumut Cabang Pandan, dan saat itu ada sekitar 59 Pendeta dari 59 Gereja diarahkan supaya membuka rekening Gereja dan akan menerima dana bantuan Sosial bagi Gereja yang terkena bencana banjir.
“Tapi semenjak itu hingga hari ini, bansos yang dijanjikan itu tidak kunjung di realisasikan oleh Bagian Kesra Pemkab Tapteng dan tanpa tau apa kendalananya,” akunya kepada Wartawan Info jejama.Com
Beberapa pekan lalu saya coba konfirmasi melalui WhatsApp pribadi Kabag Kesra Pemkab Tapteng, Putri terkait realisasi bantuan Sosial yang dijanjikan tidak membalas konfirmasi dan dihubungi melalui ponsel genggamnya juga tidak menjawab,” ujar Edison Waruwu kesal.
“Kita bingung dengan Pemkab Tapteng ini, kita dijanjikan akan menerima bantuan Sosial tapi tidak ada, jangan donk kita para Pendeta dibohongi, kan tak elok cara-cara Bagian Kesra Tapteng itu, kita yang masih trauma atas kejadian bencana banjir masih tega dibohongi,” tukasnya.
Sembari menyebutkan,” Kalau ada dana sebesar yang dijanjikan ya segera donk di realisasikan dan jangan ditahan-tahan, kan lumayan bisa memperbaiki dan mengganti fasilitas Gereja yang rusak seperti kursi, Altar, dan elektronik yang rusak dihantam banjir,” ujarnya berharap.
Ya kita juga berharap kiranya Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu untuk peduli melihat kondisi Gereja yang terkena bencana dan agar segera merealisasikannya,” tandas Pdt.Edison Waruwu.
Sementara Kabag Kesra Pemkab Tapteng, Putri Sahara Nasution yang diminta tanggapannya melalui WhatsApp terkait bansos ke 59 Gereja.
Putri Sahara Nasution menyebutkan,” Baik Bapak, untuk penyaluran bansos memang kita mintakan harus lengkap administrasi , berupa berita acara perlengkapan yang akan dibelanjakan lengkap dengan tanda tangan para pengurus dan peserta rapat dalam menentukan pembelanjaan , rekening pengurus rumah ibadah, titik koordinat , foto dan lain- lain,” jelasnya.
Masih kata Putri,” semua itu memang untuk proses penerimaan bansos agar tepat sasaran,
Saat ini, semua sedang proses pencairan LS bapak.Selanjutnya akan kta buatkan acara penerimaan secara simbolis dengan mengundang
Seluruh penerima bansos ,
Demikian ya pak,” terangnya singkat tanpa menyebutkan kapan direalisasikan bansos tersebut.(Charles Pardede/Red).




























