Pandan, INFOJEJAMA.Com – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah secara resmi naikkan status Kecamatan Tukka dan Kecamatan Badiri sebagai tanggap darurat bencana longsor dan banjir.
Keputusan itu berlaku selama 14 hari , terhitung sejak 27 September 2026- 10 Oktober 2026.
Penetapan status darurat itu diputuskan dan ditegaskan Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu saat memimpin rapat koordinasi diruang Cendrawasih kantor Bupati Tapanuli Tengah pada 30 September 2016
Langkah cepat itu diambil sebagai respon atas banjir susulan yang melanda Kecamatan Tukka dan Kecamatan Badiri pada 26 September 2026 lalu
Dipuci tingginya intensitas curahan hujan yang mengguyuri sebagian besar daerah di Kabupaten Tapanuli Tengah, ditengah-tengah kondisi sejumlah sarana dan prasarana publik yang masih dalam proses pemulihan pada pasca bencana 25 September 2025 tahun lalu.
Bupati Tapteng Masinton Pasaribu dalam arahannya didepan jajaran Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) dan unsur Forkopimda , instansi vertikal , Masinton menekankan pentingnya aksi tepat yang terintegrasi dalam penanganan bencana banjir berjalan secara bergotong royong dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan demi keselamatan serta pemenuhan hak-hak dasar masyarakat terkena dan terdampak banjir.
Penanganan bencana harus benar-benar dilakukan secara bersama-sama terpadu dan terorganisir serta terkoordinir agar masyarakat yang terkena dan terdampak segera mendapat pertolongan dan pelayanan yang dibutuhkan dengan baik.Tanggap darurat kita putuskan hari ini agar kita punya payung hukum dan bisa segera bertindak cepat dilapangan, ujar Bupati.
Bupati juga mengingaktan , bahwa fenomena cuaca ekstrem dan bencana hidrometorologi saat in Tengah melanda berbagai wilayah Indonesia sepanjang September ini , khusunya di Kabupaten/Kota di Sumatera Utara, Aceh hingga Sumatera Barat mengalami bencana banjir dan longsor mengakibatkan adanya meninggal dunia dan banyak mengalami kehilangan harta benda bagi masyarakat, termasuk banjir bandang yang melumpuhkan aktivitas warga.
Kondisi ini adalah ujian bagi kita bersama dan mari tidak saling menyalahkan, itu semua murni bencana, dan demi satu tujuan membantu masyarakat Tapteng yang sedang tertimpah musibah, sebut Masinton.
Dalam rapat itu Bupati Tapteng merumuskan sejumlah instruksi teknis dan langkah konkrit yang wajib ditindaklanjuti oleh Dinas terkait serta genap Tim satgas penanggulangan bencana.
Juga diminta BMKG Stasion Pinangsori diminta untuk memberikan pembaruan informasi perkiraan cuaca secara berkala kepada Satgas bencana sebagai langkah antisipasi dinipotensi curah hujan tinggi susulan, tutup Masinton.
Hadir dalam rapat koordinasi itu diantaranya, Wakil Bupati Tapteng, akomandan Kodim 0211/TT, Kepala Bulog Sibolga, Sekda Tapteng, , Kepala BMKG Pinangsori, Kepala Pertamina Sibolga, para Staf Ahli Bupati, Asisten II Pemkab Tapteng, Plt Kepala BPBD, mewakili Dinas Perkim, mewakili Dinas Sosial, Plh Dinas Lingkungan Hidup, Plt Kepala Dinas Pertanian , Plh Kepala Dinas Ketanganan Pangan, , Plh Kasat Pol PP, Kabag hukum, Plh Camat Tukka, Plh Camat Badiri , Lurah dan Kepala Desa SE Kecamatan Tukka dan Kecamatan Badiri.Direktur PDAM Mual Nauli, anggota Danramil Pandan dan Danramil Badiri, Kapolsek Pandan dan Kapolsek Pinang Sori.(CP).






























