NAKHODAI JWI TUBABA, HERI AKBAR TEKANKAN PROFESIONALISME, ADAB, DAN ETIKA DI ATAS KEDUDUKAN

TULANG BAWANG BARAT — Menjalankan organisasi profesi pers membutuhkan komitmen, integritas, dan sikap profesional. Jabatan bukan sekadar kedudukan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan etika, serta menghormati sesama. Prinsip tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Heri Akbar, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Jajaran Wartawan Indonesia Kabupaten Tulang Bawang Barat (DPD JWI TUBABA).

Lahir di Tiyuh Karta pada Desember 1987, Heri Akbar merupakan putra sulung dari pasangan almarhum Hersudin Berlian dan almarhumah Resmala Dewi. Sebelum menekuni dunia jurnalistik sekitar dua setengah tahun lalu, ia mengabdikan diri selama kurang lebih 11 tahun sebagai Polisi Pamong Praja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat, sejak kabupaten tersebut berdiri.

Pengalaman pengabdian tersebut menjadi bekal dalam membangun kedisiplinan, memperluas relasi, serta menjalin komunikasi dengan berbagai kalangan. Setelah memasuki dunia jurnalistik, Heri melanjutkan pengabdiannya kepada masyarakat melalui penyampaian informasi dan pelaksanaan fungsi pers secara profesional.

Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pimpinan Nasional Jajaran Wartawan Indonesia (DPN JWI) Nomor 060/SK-DPD/DPN-JWI/IX/2025, tertanggal 26 September 2025, Heri Akbar dipercaya memimpin DPD JWI TUBABA untuk masa bakti 2025–2030.

Amanah tersebut menjadi tanggung jawab untuk memperkuat solidaritas anggota, membangun organisasi yang profesional, serta menjaga marwah dan independensi pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.

Dalam menjalankan tugas organisasi, profesionalisme harus berjalan beriringan dengan adab dan etika. Keberanian menyampaikan kritik perlu didasarkan pada fakta, informasi harus diverifikasi, dan setiap pihak yang berkaitan dengan pemberitaan harus memperoleh kesempatan untuk memberikan klarifikasi.

Bagi Heri Akbar, profesionalisme bukan hanya tentang kemampuan menjalankan tugas, tetapi juga tentang sikap, tanggung jawab, dan cara menghormati orang lain. Ketegasan tidak harus menghilangkan kesantunan, sedangkan jabatan tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengesampingkan adab.

Di balik kesibukannya sebagai jurnalis dan ketua organisasi, Heri juga menjalankan tanggung jawab sebagai suami dari Rika Septina, perempuan kelahiran Tiyuh Karta, serta ayah dari dua putra, Raffa Dinata Akbar dan Abie Kenzira Akbar. Raffa saat ini duduk di bangku SMP, sedangkan Abie menempuh pendidikan di bangku SD.

Peran sebagai suami, ayah, jurnalis, dan pemimpin organisasi menuntut komitmen serta keseimbangan. Setiap amanah memiliki tanggung jawab yang harus dijalankan dengan kesungguhan, baik dalam kehidupan keluarga maupun pengabdian kepada masyarakat.

Di Bumi Ragom Sai Mangi Wawai, DPD JWI TUBABA diharapkan terus berkembang menjadi organisasi profesi pers yang profesional, berintegritas, dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Melalui kerja jurnalistik yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan, pers diharapkan mampu memberikan informasi yang bermanfaat sekaligus mengawal kepentingan publik.

Tegas dalam prinsip, profesional dalam menjalankan tugas, santun dalam berkomunikasi, serta menjunjung tinggi adab dan etika di atas kedudukan. Semangat tersebut menjadi landasan Heri Akbar dalam menjalankan amanah sebagai Ketua DPD JWI TUBABA.

Redaksi Infojejama.com