Ogan Ilir,-Pondok Pesantren Roudhotul Ulum sukses menjadi tuan rumah dalam upacara dan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional,ke-10 tingkat kabupaten,Momentum satu dekade Hari Santri ini dijadikan pijakan penting bagi dunia pesantren di Sumatera Selatan untuk bertransformasi, mempererat silaturahmi, serta menghapus stigma marginalisasi institusi pondok pesantren, dilaksanakan di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum,Sakatiga kabupaten Ogan Ilir.
“Pendiri sekaligus tokoh senior Forum Pondok Pesantren Sumatera Selatan (Forpess), Kiai Tol’at Wafa Ahmad, LC Pimpinan Ponpes menegaskan bahwa Hari Santri tidak boleh sekadar menjadi rutinitas seremonial tahunan yang usai setelah apel pembukaan. Lebih dari itu, momen ini harus menjadi wadah integrasi antar-pesantren di wilayah Ogan Ilir dan Sumatera Selatan secara luas,kamis (22/10/2026).
“yang diwawancarai oleh awak media Dari peringatan ke-1 sampai ke-9, kita sering kali melihat acara ini hanya sebatas apel lalu bubar. Padahal, di sini kita berkumpul sebagai sesama keluarga besar pondok pesantren. Melalui momen ke-10 ini, kami mendorong Forpess Ogan Ilir agar seluruh pondok pesantren memiliki rasa memiliki yang sama terhadap kegiatan ini. Kita manfaatkan momentum ini untuk silaturahmi, mempererat hubungan lewat kegiatan yang inklusif seperti olahraga bersama, mulai dari sepak bola, mini soccer, futsal, hingga badminton.
“Menjawab Tantangan Zaman Lewat Disiplin Digital Menyikapi perkembangan zaman, Ponpes Roudhotul Ulum menekankan pentingnya mengubah tantangan menjadi peluang, terutama dalam adopsi teknologi digital di lingkungan pendidikan Islam. Pesantren tidak boleh menutup mata dari kemajuan teknologi, melainkan harus mengelolanya dengan disiplin yang ketat.
“Sebagai bukti nyata efektivitas teknologi, grup drumband santri dalam acara ini mampu tampil memukau secara mandiri tanpa instruktur fisik, melainkan murni belajar dan mengasah kreativitas secara autodidak melalui media digital.
“Pendidikan lewat proses digital kita izinkan, namun wajib kita kelola secara benar dan berdisiplin tinggi. Teknologi silakan digunakan untuk mencari informasi penting dan belajar, bukan untuk hal-hal yang tidak produktif seperti bermain atau berpacaran. Kita membuktikan, anak-anak drumband tadi bisa tampil pintar karena memanfaatkan teknologi digital secara tepat.
“Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
Selaras dengan tema nasional Hari Santri 2026 yang diusung Kementerian Agama, yaitu “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, rilis ini menggarisbawahi peran historis dan masa depan para santri. Sebelum Indonesia merdeka, para ulama dan kiai telah berada di garis depan dalam merancang persiapan kemerdekaan melalui Resolusi Jihad.
“Oleh karena itu, pesantren masa kini berkomitmen penuh untuk melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM)—mulai dari kiai, pengurus, hingga santri—yang unggul dan siap membawa Indonesia menuju kejayaannya di masa depan. Pesantren tidak boleh lagi dipandang sebelah mata atau dimarginalkan, melainkan diakui sebagai pilar utama pembangunan moral dan kemajuan bangsa.




































































































