Lestarikan Warisan Budaya, Disdikbud Aceh Timur Gelar GSMS 2026,150 Siswa dari 7 Sekolah Tampilkan Karya Seni 

ACEH TIMUR — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Timur menggelar Gelar Karya Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Tahun 2026 di SMP Negeri 1 Peudawa, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi para siswa untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkuat kecintaan terhadap seni dan budaya daerah.

Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disdikbud Aceh Timur, Bustami, S.Pd., M.Si. Turut hadir Ketua Panitia GSMS 2026, Suriadi, S.E., yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Kebudayaan Aceh Timur.

Gelar karya berlangsung meriah dengan menampilkan beragam hasil pembinaan seni di lingkungan sekolah. Panggung utama dihiasi dekorasi bunga warna-warni serta dokumentasi penampilan tari tradisional yang mencerminkan kekayaan seni dan budaya daerah.

Dalam sambutannya, Bustami mengapresiasi semangat para siswa dan seniman yang telah berpartisipasi dalam program tersebut. Menurutnya, GSMS menjadi salah satu upaya strategis untuk memperkenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap seni budaya kepada generasi muda sejak usia sekolah.

“Melalui GSMS ini kita ingin anak-anak Aceh Timur tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga cinta dan bangga terhadap seni budayanya sendiri. Seniman kita bawa langsung masuk ke sekolah,” ujar Bustami.

Sementara itu, Ketua Panitia, Suriadi, S.E., menjelaskan bahwa Gelar Karya GSMS 2026 menampilkan berbagai karya seni tari dan budaya yang dihasilkan melalui proses pembinaan oleh para seniman di sekolah-sekolah peserta.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Aceh agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Libatkan 150 Siswa dari Tujuh Sekolah

Pada pelaksanaan GSMS tahun ini, sebanyak 150 siswa dari tujuh sekolah di Kabupaten Aceh Timur terlibat dalam kegiatan pembinaan dan gelar karya seni budaya.

 

Ketujuh sekolah tersebut meliputi:

1. SD Negeri 5 Idi.

2. SD Negeri Paya Peulawi.

3. SD Negeri Julok Cut.

4. SMP Negeri 3 Peureulak Barat.

5. SD Negeri 3 Peudawa.

6. SD Negeri Tupin Bate.

7. SD Negeri Buket Meulinteung.

Berbagai cabang seni ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari Seudati, sendra tari, seni kriya, kaligrafi, seni kreasi, hingga musik tradisi.

Keberagaman penampilan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan keberanian tampil di depan publik. Selain itu, keterlibatan seniman dalam proses pembelajaran diharapkan mampu memperkaya pengalaman siswa dalam mengenal dan mempraktikkan seni budaya daerah.

Melalui Gelar Karya GSMS 2026, Disdikbud Aceh Timur diharapkan terus memperkuat pembinaan seni di lingkungan pendidikan. Program ini juga diharapkan dapat mendorong lebih banyak sekolah mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler seni dan budaya sebagai bagian dari upaya menjaga warisan leluhur bagi generasi mendatang.(Hs)