Pondok Pesantren Ibnu Muhtaram Laksanakan Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026

Way Khilau, Pesawaran –* Pondok Pesantren Ibnu Muhtaram melaksanakan Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026 pada Rabu, 22 Oktober 2026. Upacara berlangsung khidmat di Halaman Ponpes Ibnu Muhtaram.

 

Turut hadir Keluarga Besar Nahdlatul Ulama, di antaranya Pengurus MWC NU Way Khilau, PAC Muslimat NU Way Khilau, PAC Fatayat NU Way Khilau, Ansor-Banser, UPZIS NU Care Lazisnu Way Khilau, para ustadz-ustadzah, serta santriwan-santriwati Ponpes Ibnu Muhtaram.

Bertindak sebagai pembina upacara, Pengasuh Ponpes Ibnu Muhtaram Kh. Syiaruddin, S. Ag., M. Pd. I., C.A.H., C.A.U Dalam amanatnya, beliau menyampaikan tema _”Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”_ dengan penekanan pada _”Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Indonesia Emas”_.

 

Poin-poin penting sambutan Kh. Syiaruddin, S. Ag., M. Pd. I., C.A.H., C.A.U

 

*1. Tanggung Jawab Santri:*

Santri memiliki kesempatan dan tanggung jawab untuk ikut menentukan masa depan bangsa. Bekal utamanya adalah ilmu pengetahuan yang disertai iman dan akhlak mulia.

 

*2. Nilai Pesantren sebagai Modal Masa Depan:*

Pesantren membentuk karakter: hormat kepada guru, disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab. Nilai ini menjadi modal penting menghadapi tantangan zaman.

 

*3. Santri Harus Melek IPTEK:*

Santri tidak cukup hanya ilmu agama, tetapi harus memperluas wawasan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi agar bisa berkontribusi di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial, dan pembangunan nasional.

 

*4. Landasan Dakwah – QS. Ali ‘Imran : 104:*

Ilmu harus digunakan untuk menyeru kebaikan dan mencegah kemungkaran. Di era digital, santri harus jadi penyebar informasi yang benar dan tidak mudah percaya hoaks.

 

*5. Pesan untuk Indonesia Emas:*

Indonesia Emas tidak terwujud hanya dengan cita-cita, tapi butuh kerja keras sejak sekarang. Santri harus tekun belajar, berani mengembangkan kemampuan, dan tidak mudah menyerah. Pendidik dan pengasuh pesantren berperan membimbing santri menjadi pribadi mandiri dan berintegritas.

 

Upacara ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan pesantren, kejayaan NU, dan keutuhan NKRI, dan pembagian hadiah serta santunan kepada yatim dan piatu.