INFOJEJAMA.COM//TULANG BAWANG BARAT — Dugaan keterbatasan stok obat yang disebut telah berlangsung cukup lama, keluhan lamanya waktu tunggu pelayanan farmasi, serta kepastian jadwal praktik dokter spesialis di RS Asy-Syifa Medika, Daya Asri, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), mendapat sorotan Ketua DPD JWI Tubaba, Heri Akbar.
Sorotan tersebut muncul menyusul keluhan masyarakat di media sosial yang menyebut pasien harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan obat. Bahkan, sejumlah pasien dikabarkan kecewa hingga meninggalkan ruang tunggu sebelum memperoleh obat yang dibutuhkan.
Berdasarkan informasi yang diterima media, persoalan keterbatasan persediaan obat diduga bukan baru terjadi, melainkan telah berlangsung cukup lama. Meski demikian, penyebab dan durasi pasti persoalan tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak rumah sakit.
HERI AKBAR MINTA PELAYANAN PASIEN JADI PRIORITAS
Ketua DPD JWI Tubaba, Heri Akbar, menyoroti pentingnya keterbukaan pihak rumah sakit dalam menjelaskan keluhan masyarakat, khususnya mengenai ketersediaan obat dan lamanya waktu tunggu pelayanan farmasi.
Persoalan pelayanan kesehatan perlu mendapat perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dan keselamatan pasien.
Manajemen rumah sakit diharapkan memberikan penjelasan terbuka mengenai keluhan masyarakat terkait ketersediaan obat. Jika memang terjadi kekosongan atau keterbatasan stok, penyebab dan langkah penanganannya perlu dijelaskan agar masyarakat mendapatkan kepastian.
JWI Tubaba juga mendorong evaluasi terhadap sistem pengadaan obat, pengelolaan persediaan, dan pelayanan farmasi agar pasien tidak harus menunggu terlalu lama untuk mendapatkan obat yang dibutuhkan.
BPJS KESEHATAN TUBABA DIMINTA MEMBERIKAN KEJELASAN
Munculnya keluhan tersebut turut memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana BPJS Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang Barat mengetahui persoalan dugaan keterbatasan stok obat di RS Asy-Syifa Medika.
Apakah BPJS Kesehatan Tubaba telah menerima laporan atau mengetahui keluhan tersebut? Jika sudah, langkah apa yang telah dilakukan untuk menindaklanjutinya?
Keterangan dari BPJS Kesehatan diperlukan untuk memberikan kejelasan mengenai mekanisme pengaduan dan tindak lanjut apabila peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengalami kendala pelayanan di fasilitas kesehatan.
JWI Tubaba berharap BPJS Kesehatan dapat memberikan penjelasan sesuai kewenangan dan hasil verifikasi yang dimiliki.
JADWAL DOKTER SPESIALIS JUGA MENJADI PERHATIAN
Selain persoalan obat, jadwal praktik dokter spesialis turut menjadi perhatian setelah informasi yang dipublikasikan melalui akun media sosial Call Center RS Asy-Syifa Medika mencantumkan sejumlah poliklinik tidak beroperasi pada hari tertentu.
Kondisi tersebut memerlukan penjelasan mengenai kepastian jadwal praktik dokter dan mekanisme pelayanan bagi pasien ketika poliklinik terkait tidak beroperasi.
Namun, keterangan bahwa poliklinik tidak buka pada hari tertentu tidak serta-merta membuktikan bahwa seluruh pelayanan dokter spesialis di rumah sakit tersebut tidak tersedia.
DUGAAN KENDALA OPERASIONAL PERLU DIKLARIFIKASI
Di tengah berbagai keluhan tersebut, muncul dugaan mengenai kemungkinan kendala operasional dan keuangan yang berdampak pada pelayanan rumah sakit.
Namun, hingga berita ini disusun, belum terdapat bukti yang dapat memastikan adanya masalah keuangan serius ataupun kepailitan RS Asy-Syifa Medika. Dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi langsung dari pihak manajemen.
Ketua DPD JWI Tubaba, Heri Akbar, mendorong agar persoalan ini dijelaskan berdasarkan fakta dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan kejelasan informasi dan perbaikan pelayanan. Karena itu, semua pihak perlu memberikan keterangan berdasarkan fakta agar persoalan ini dapat dipahami secara utuh.
JWI TUBABA BUKA RUANG KLARIFIKASI
DPD JWI Tubaba meminta manajemen RS Asy-Syifa Medika memberikan penjelasan mengenai kondisi persediaan obat, waktu tunggu pelayanan farmasi, jadwal dokter spesialis, serta langkah yang dilakukan untuk menjamin kebutuhan pasien tetap terpenuhi.
BPJS Kesehatan Tubaba juga diharapkan memberikan keterangan apakah telah mengetahui keluhan masyarakat tersebut dan bagaimana mekanisme tindak lanjut yang dapat ditempuh sesuai kewenangannya.
Media membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi manajemen RS Asy-Syifa Medika, BPJS Kesehatan Tubaba, serta pihak terkait lainnya demi menjaga akurasi dan keberimbangan pemberitaan.
Pelayanan kesehatan merupakan kepentingan publik. Karena itu, setiap keluhan masyarakat perlu ditanggapi secara serius, diverifikasi secara objektif, dan ditindaklanjuti demi menjaga mutu pelayanan serta kepercayaan masyarakat.
Infojejama.com




































































































