Pesawaran – Kasus stunting kembali mencuat di Kabupaten Pesawaran. Seorang balita bernama Muhammad Aepudin bin Sukriyah (2,6 tahun), warga Desa Bayas Jaya, Kecamatan Way Khilau, saat ini tengah menjalani perawatan di RS Abdul Moeloek akibat mengalami kurang gizi.
Kondisi tersebut membuat keluarga meminta doa dan dukungan agar sang anak segera pulih. Selain itu, mereka berharap adanya perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Pesawaran untuk membantu kesembuhan anaknya.
Ketua Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) DPW Lampung, Rudi Sapari, turut menyoroti kasus ini. Ia mempertanyakan efektivitas program pencegahan stunting yang selama ini digencarkan mulai dari tingkat desa hingga pusat.
“Dengan kejadian ini, menjadi pertanyaan besar terkait pengawasan program stunting. Apakah hanya sekadar laporan tertulis dan seremonial rapat tahunan yang menghabiskan anggaran, sementara fakta di lapangan masih banyak ditemukan keluarga dan anak yang mengalami kurang gizi?” ujarnya.
Rudi menegaskan, pihak terkait mulai dari pemerintah desa, dinas hingga Pemerintah Pesawaran harus hadir memberikan dukungan nyata.
“Saya meminta pemerintah benar-benar hadir memberikan suport dan perawatan agar ananda kembali sehat dan bisa pulang bersama keluarga,” pungkasnya.
By.Ikbal




































































































