Pesawaran Lampung – Rudi Sapari As, Ketua Jajaran Wartawan Indonesia JWI DPW Lampung, Angkat bicara terkait program revitalisasi satuan pendidikan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 di SDN 19 Way Khilau, yang berlokasi di Dusun Langan Sari Desa Kota Jawa, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung,
Hal tersebut menjadi sorotan serius bagi publik setelah team media ini bersama ketua JWI DPW Lampung mendatangi pekerjaan revitalisasi di SDN 19 Way Khilau yang nampak terlihat tidak ada terpasang papan informasi proyek di lokasi pembangunan sejak awal hingga saat ini hampir mencapai 70% pekerjaan nya. Hal itu memunculkan pertanyaan terkait keterbukaan informasi publik serta dugaan ketidaktransparanan pelaksanaan pekerjaan.
Rudi Sapari, Ketua Jajaran Wartawan Indonesia ( JWI) DPW Provinsi Lampung Mengatakan, “Sangat disayangkan program revitalisasi yang menelan anggaran hampir mencapai Rp. 1 Milyar Rupiah pihak sekolah tidak transparan terhadap publik karna dari awal tidak terlihat terpasang papan informasi pagu anggaran. Jelas Rudi
Rudi menambahkan, Program revitalisasi yang seharusnya dikerjakan dengan sistem swakelola oleh pihak sekolah dan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), tapi ini dikerjakan oleh pihak ke 3 yang disebut oleh kepala sekolah, jelas hal tersebut melanggar juknis program revitalisasi. Imbuh Rudi
“Saya meminta pihak inspektorat, DPRD Komisi yang membidangi Serra Aparat Penegak Hukum, harus melakukan audit menyeluruh, baik juknis maupun material yang digunakan, jangan biarkan anggaran dari negara dijadikan ajang oknum tertentu demi meraup keuntungan pribadi dan merugikan keuangan negara.
Selanjutnya ketika team media bersama Ketua JWI DPW Lampung mengonfirmasi ke Kepala Sekolah SDN 19 Way Khilau untuk menanyakan keberadaan papan informasi dan rincian proyek, Kepala Sekolah terlihat sulit memberikan penjelasan secara terbuka. Ketika ditanya besaran anggaran, Kepala Sekolah menjawab sekitar sembilan ratus jutaan. Saat ditanya siapa pengelola pekerjaan, ia hanya menyebut nama Johan dari Tanjung Karang.dan dipertanyakan pekerjaan sudah berapa lama, Di jawab singkat hampir dua bulanan, “Tandasnya.
( Team/Red )



































































































