PALEMBANG,-Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (Fespati) Kota Palembang bersama Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) menggelar seleksi atlet panahan tradisional bertajuk Road to Forprov II Muara Enim.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan Fespati Kota Palembang dalam menjaring atlet-atlet terbaik yang akan dipersiapkan untuk mewakili Kota Palembang pada Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (Forprov) II di Kabupaten Muara Enim, yang dijadwalkan berlangsung pada 21–26 Oktober 2026,Minggu (18/10/2026).
“yang diwawancarai oleh awak media Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Fespati Kota Palembang, M. Afdal Idris, mengatakan seleksi tersebut merupakan tahapan penting untuk mempersiapkan para atlet sebelum mengikuti ajang olahraga masyarakat tingkat provinsi.
“Menurut Afdal, kegiatan seleksi dilaksanakan untuk melihat kesiapan peserta sekaligus menentukan atlet yang dinilai mampu bersaing dan membawa nama baik Kota Palembang pada Forprov II mendatang.
“Untuk kegiatan Forprov di Muara Enim, pelaksanaannya dijadwalkan pada 21 sampai 26 Oktober. Hari ini kita melaksanakan seleksi sebagai bagian dari persiapan untuk menentukan perwakilan Kota Palembang,” ujarnya.
“Ia menjelaskan, jumlah peserta yang diperkirakan mengikuti seleksi mencapai 45 hingga 50 orang. Namun, pada saat kegiatan berlangsung, seluruh peserta belum hadir sehingga jumlah final masih menunggu kehadiran anggota lainnya.
“Kemungkinan ada sekitar 45 sampai 50 peserta yang ikut, tetapi semuanya belum datang. Kami masih menunggu peserta lainnya,” katanya.
“Afdal berharap melalui seleksi ini, Fespati Kota Palembang dapat mempersiapkan atlet secara maksimal sehingga mampu memberikan hasil terbaik pada Forprov II di Muara Enim.
“Selain mempersiapkan atlet untuk kompetisi, Fespati Kota Palembang juga berupaya mengembangkan olahraga panahan tradisional agar semakin dikenal dan diminati masyarakat.
“Berharap Memiliki Lapangan Latihan Sendiri,Di sisi lain, Afdal mengungkapkan bahwa salah satu tantangan yang dihadapi Fespati Kota Palembang saat ini adalah keterbatasan fasilitas latihan, khususnya lapangan yang dapat digunakan secara rutin untuk kegiatan panahan tradisional.
“Ia berharap ke depan Kota Palembang memiliki lokasi latihan khusus yang dapat dimanfaatkan para atlet untuk berlatih secara teratur, sekaligus menjadi pusat pembinaan dan pengembangan olahraga panahan tradisional.
“Kami sedang mengupayakan agar kegiatan ini nantinya bisa dilaksanakan di Kota Palembang dengan fasilitas yang lebih memadai. Saat ini, lapangan khusus untuk tempat latihan masih menjadi kendala,” ungkapnya.
“Afdal menambahkan, pihaknya telah melakukan komunikasi awal untuk mengupayakan tersedianya lokasi latihan di Palembang. Ia berharap rencana tersebut dapat segera terealisasi sehingga pembinaan atlet bisa berjalan lebih optimal.
“Menurutnya, keberadaan lapangan latihan yang memadai sangat penting untuk mendukung peningkatan kemampuan atlet, menjaga konsistensi latihan, serta memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga panahan tradisional.
“Melalui seleksi Road to Forprov II Muara Enim ini, Fespati Kota Palembang bersama KORMI diharapkan dapat memperkuat pembinaan atlet sekaligus mendorong kemajuan olahraga masyarakat di Kota Palembang.
“Dengan persiapan yang terus dilakukan, Fespati Kota Palembang optimistis dapat mengirimkan atlet-atlet terbaik untuk berlaga di Forprov II Muara Enim dan mengharumkan nama Kota Palembang.

































































































