LAMPUNG TIMUR — Pelaksanaan proyek revitalisasi TK Darul Ulum 2 Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur, menjadi sorotan. Pasalnya, sejak 5 Oktober hingga 13 Oktober 2026, berdasarkan hasil pemantauan wartawan Info Jejama, belum terlihat adanya papan informasi kegiatan di lokasi pembangunan.
Ketiadaan papan informasi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai keterbukaan informasi proyek, khususnya terkait sumber anggaran, nilai pekerjaan, pelaksana kegiatan, serta jangka waktu pelaksanaan pembangunan.
Selain persoalan papan informasi, keberadaan sejumlah pihak yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan juga menjadi perhatian.
Berdasarkan keterangan seorang tenaga kerja bernama Nur, kepala sekolah dan kepala tukang disebut jarang berada di lokasi pembangunan.
“Paling tiga hari sekali ke sini,” ujar Nur saat memberikan keterangan mengenai kehadiran kepala sekolah di lokasi pekerjaan.
Terkait kepala tukang, Nur juga menyampaikan bahwa yang bersangkutan jarang datang ke lokasi karena sedang rewang, atau membantu kegiatan warga.
Sementara itu, ketika ditanya mengenai keberadaan P2SP, Nur mengaku tidak mengetahui secara pasti.
Keterangan tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak-pihak terkait untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai pengawasan dan pengelolaan kegiatan revitalisasi tersebut.
Perlu Klarifikasi dan Keterbukaan Informasi
Pemasangan papan informasi proyek merupakan salah satu bentuk keterbukaan kepada masyarakat agar publik dapat mengetahui identitas kegiatan, sumber pendanaan, nilai anggaran, serta pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada program tersebut.
Oleh karena itu, pihak pengelola kegiatan diharapkan memberikan penjelasan mengenai belum terlihatnya papan informasi di lokasi pembangunan TK Darul Ulum 2 Waway Karya.
Wartawan Info Jejama juga perlu meminta klarifikasi langsung kepada kepala sekolah, pihak P2SP, kepala tukang, serta instansi terkait mengenai mekanisme pengawasan dan pelaksanaan revitalisasi tersebut.
Hingga berita ini disusun, keterangan dari pihak-pihak terkait masih perlu dihimpun agar pemberitaan tetap berimbang dan tidak menimbulkan kesimpulan sepihak.
Masyarakat berharap pelaksanaan pembangunan sarana pendidikan dapat berjalan sesuai ketentuan, mengutamakan kualitas pekerjaan, serta mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Pewarta : Ismail Marzuki 0853-6794-9113




































































































