NAGAN RAYA – Penguatan literasi digital hingga ke tingkat gampong di Kabupaten Nagan Raya dinilai menjadi kebutuhan mendesak di tengah pesatnya arus informasi dan transformasi digital. Dorongan tersebut disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Jajaran Wartawan Indonesia (DPD JWI) Kabupaten Nagan Raya, Muhammad Hasanuddin.
Menurut pria yang akrab disapa Wartawan Dua Era itu, masih banyak warga di 222 gampong dalam wilayah Nagan Raya yang belum memiliki pemahaman memadai terkait keamanan dan etika bermedia digital. Kondisi itu membuat masyarakat rentan menjadi sasaran penipuan daring.
“Literasi digital di tingkat gampong masih sangat minim. Warga masih banyak yang belum mampu membedakan mana informasi hoaks dan mana fakta, serta belum memahami pentingnya menjaga data pribadi,” kata Hasanuddin kepada media, Senin (12/10/2026).
Ia menyebutkan, urgensi edukasi literasi digital semakin relevan seiring maraknya modus penipuan yang mencatut nomor telepon pejabat oleh orang tak dikenal (OTK). Fenomena tersebut, kata dia, tidak hanya meresahkan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian materiel bagi masyarakat awam.
“Kasus pencatutan nomor pejabat ini menjadi bukti bahwa masyarakat perlu dibekali pemahaman soal keamanan digital. Jangan sampai masyarakat kita yang minim informasi justru menjadi korban,” ujarnya.
Hasanuddin menjelaskan, terdapat empat pilar utama literasi digital yang perlu terus disosialisasikan secara berkelanjutan, yakni Digital Skill atau kecakapan digital, Digital Culture atau budaya digital, Digital Ethics atau etika digital, dan Digital Safety atau keamanan digital. Keempat pilar tersebut, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem digital yang sehat dan beradab.
Atas dasar itu, ia mendorong Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Nagan Raya untuk lebih proaktif hadir di tengah masyarakat gampong. Sosialisasi dan edukasi, kata dia, tidak cukup hanya dilakukan di tingkat kabupaten, tetapi harus menjangkau langsung ke gampong-gampong.
“Kami mendorong Diskominfotik Nagan Raya agar lebih proaktif melakukan sosialisasi dan edukasi hingga ke gampong. Kami dari JWI Nagan Raya sendiri siap bersinergi dan berkolaborasi untuk melakukan edukasi literasi digital secara masif dan terstruktur,” kata Hasanuddin.
Ia menilai, peningkatan literasi media dan keamanan siber merupakan bagian dari upaya perlindungan negara terhadap warganya dalam memanfaatkan ruang digital secara bijak, aman, dan bertanggung jawab. Hal itu mencakup pencegahan penipuan daring, pencurian identitas, peretasan akun, judi daring, pinjaman daring ilegal, hingga ancaman pornografi yang kini semakin mudah diakses.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, insan pers, dan elemen masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan masyarakat digital yang cerdas dan terlindungi.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Diskominfotik Kabupaten Nagan Raya belum berhasil dikonfirmasi karena tidak berada di tempat. Media ini masih terus berupaya memperoleh keterangan resmi sebagai bagian dari keberimbangan informasi.
Tim: DPD JWI Nagan Raya.




































































































