PALEMBANG,-Rangkaian kegiatan Maulid Sitin Palembang yang berlangsung selama 60 malam resmi berakhir. Kegiatan keagamaan ini menjadi momentum untuk memperkuat mahabbah atau kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW, sekaligus menghidupkan tradisi keagamaan serta mempererat ukhuwah Islamiyah di Kota Palembang, dilaksanakan di Masjid Adhari Hamsah, Jl. Jepang, Kec. Sematang Borang Kota Palembang.
“Ketua Percasi Kota Palembang, KMS Ahmad Idham, menyampaikan bahwa kehadiran masyarakat dalam rangkaian Maulid Sitin merupakan wujud kecintaan kepada Rasulullah SAW. Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah hendaknya diwujudkan melalui upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT serta meneladani akhlak dan perilaku Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari,Minggu (11/10/2026).
“Yang diwawancarai oleh awak media Alhamdulillah, malam ini rangkaian acara Maulid Sitin yang telah berlangsung selama 60 malam selesai dilaksanakan. Kegiatan ini menjadi bentuk mahabbah atau rasa cinta kita kepada Rasulullah SAW. Dengan mencintai Rasulullah, kita berharap semakin dekat kepada Allah SWT dan senantiasa mendapatkan rahmat-Nya,” ujar KMS Ahmad Idham.
“Ia juga menyinggung persoalan kabut asap yang melanda Sumatera Selatan. Menurutnya, selain mengharapkan langkah-langkah penanganan dari pihak terkait, masyarakat juga perlu meningkatkan keimanan, memperbanyak istigfar, serta memohon ampunan kepada Allah SWT.
“Kita tidak perlu saling menyalahkan. Mari kita introspeksi diri masing-masing, memperbanyak istigfar dan memohon ampun kepada Allah SWT. Ajak keluarga, saudara, adik-adik, serta tetangga kita untuk bersama-sama beristigfar. Mudah-mudahan Allah menurunkan rahmat-Nya dan memberikan kebaikan bagi masyarakat Sumatera Selatan,” tuturnya.
“KMS Ahmad Idham berharap kegiatan keagamaan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dapat terus dilaksanakan secara istiqamah dan berkesinambungan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga semangat kebersamaan serta meningkatkan kualitas ibadah demi mewujudkan Palembang sebagai kota yang penuh keberkahan.
“Harapan kita, kegiatan seperti ini terus berlanjut secara istiqamah. Mudah-mudahan Kota Palembang menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, negeri yang baik dan mendapat ampunan Allah SWT, serta senantiasa dilimpahi rahmat dan keberkahan,” tambahnya.
“Sementara itu, dalam keterangannya, perwakilan penyelenggara Maulid Sitin Palembang menjelaskan bahwa istilah Sitin merujuk pada pelaksanaan kegiatan maulid selama 60 malam. Rangkaian acara tersebut digelar untuk mengenang kemuliaan Nabi Muhammad SAW sekaligus melestarikan tradisi keagamaan yang diwariskan oleh para ulama dan habaib di Palembang.
“Alhamdulillah, melalui Maulid Sitin Palembang, kita berupaya menghidupkan kembali tradisi para ulama dan habaib dalam memperingati kelahiran Rasulullah SAW. Selama 60 malam, kita bersama-sama mengenang kemuliaan beliau dan menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW,” ungkapnya.
“Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga mampu mendorong umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Rasulullah SAW dengan meneladani sifat, akhlak, dan perilaku beliau dalam kehidupan sehari-hari.
“Lebih lanjut, pihak penyelenggara berharap pelaksanaan Maulid Sitin Palembang pada tahun mendatang dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas sehingga semakin banyak umat Islam yang merasakan manfaat dari kegiatan dakwah tersebut.
“Melalui keberkahan Maulid Sitin ini, mudah-mudahan Kota Palembang semakin dekat dengan ajaran dan keteladanan Sayyidina Muhammad SAW. Kami berharap tahun depan jangkauan dakwah Maulid Sitin Palembang semakin luas dan membawa manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.
“Berakhirnya rangkaian Maulid Sitin Palembang selama 60 malam diharapkan menjadi awal untuk terus menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, memperkuat keimanan, serta menjaga tradisi keagamaan yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Palembang.(*)




































































































